BEIRUT (Arrahmah.id) - Seorang perwira militer 'Israel' berpangkat kapten gugur dan tiga prajurit lainnya terluka setelah kendaraan militer yang mereka tumpangi terbalik saat operasi di Lebanon selatan pada Kamis (8/10/2026). Militer 'Israel' mengumumkan insiden tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu.
Menurut juru bicara militer 'Israel', perwira yang tewas bertugas di Batalyon 603, Brigade 7. Ketiga prajurit yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit.
Insiden itu terjadi ketika pasukan 'Israel' masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan, meski kedua pihak telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat di Washington pada 26 Juni lalu.
Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan 'Israel' secara bertahap dari wilayah Lebanon dan pengerahan tentara Lebanon ke daerah yang ditinggalkan pasukan 'Israel'. Namun, 'Israel' masih menguasai sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk daerah yang telah diduduki selama puluhan tahun dan wilayah yang direbut dalam operasi militer belakangan ini.
Menurut data otoritas Lebanon yang dikutip Anadolu, serangan 'Israel' sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.380 orang dan melukai lebih dari 12.410 lainnya. (zarahamala/arrahmah.id)
