Memuat...

Ketegangan Memuncak! Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz, Iran Terancam Aksi Militer AS

Samir Musa
Ahad, 12 April 2026 / 24 Syawal 1447 23:02
Ketegangan Memuncak! Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz, Iran Terancam Aksi Militer AS
Ketegangan Memuncak! Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz, Iran Terancam Aksi Militer AS

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan segera memulai operasi yang ia sebut sebagai “blokade Selat Hormuz”, langkah yang berpotensi memicu eskalasi besar di kawasan Teluk.

Trump juga menyatakan bahwa militer AS akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang disebutnya membayar biaya kepada Iran, serta mengawasi ketat seluruh lalu lintas pelayaran di salah satu jalur energi paling strategis di dunia itu.

Mengutip Al Jazeera (12/4/2026), dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai “menghancurkan ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz”. Ia juga mengklaim bahwa pasukan AS akan menanggapi dengan keras setiap serangan yang terjadi selama operasi tersebut.

“Kami akan menenggelamkan siapa pun yang menembaki kami saat proses pembersihan ranjau, dan mengirim mereka ke neraka,” ujar Trump dalam pernyataannya yang bernada ancaman.

Trump menambahkan bahwa sejumlah negara lain akan ikut terlibat dalam operasi tersebut, meski tidak menyebutkan negara mana saja. Ia menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Iran “mengambil keuntungan dari biaya transit ilegal” di Selat Hormuz.

Presiden AS itu juga menegaskan bahwa kapal-kapal yang diketahui membayar biaya kepada Iran tidak akan diberi izin melintas dengan aman di perairan internasional. Ia mengklaim telah memerintahkan Angkatan Laut untuk melacak dan mencegat seluruh kapal tersebut.

JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat “Air Force Two” setelah pertemuan dengan perwakilan Pakistan dan Iran di Islamabad (AFP).

Menurut Trump, Iran sebelumnya berjanji akan membuka Selat Hormuz, namun “tidak menepati janji tersebut”, yang menurutnya telah menyebabkan ketidakstabilan dan kekhawatiran global.

Ia juga menyebut bahwa pasukan AS akan berada dalam kondisi siaga tempur penuh pada waktu yang dianggap tepat, serta menyatakan bahwa Washington akan “menghancurkan apa yang tersisa dari Iran”.

Selat Hormuz menjadi inti dari kesepakatan yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat berdasarkan usulan Iran yang terdiri dari 10 poin (Reuters).

Pengumuman ini muncul setelah laporan mengenai kebuntuan dalam perundingan Amerika Serikat–Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Pertemuan yang dimediasi oleh pihak Pakistan itu disebut berlangsung hampir 20 jam, namun gagal mencapai kesepakatan final.

Trump mengatakan bahwa sebagian besar poin telah disepakati, namun isu utama terkait program nuklir Iran tetap menjadi hambatan utama. Ia menyebut telah menerima laporan dari Wakil Presiden JD Vance serta utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Trump menilai bahwa kesepakatan yang dicapai lebih baik daripada melanjutkan konflik militer, namun tetap menegaskan kekhawatirannya terhadap kepemilikan teknologi nuklir oleh pihak yang ia sebut tidak stabil.

Ia juga menuduh Iran tidak siap menghentikan ambisi nuklirnya, serta mengklaim bahwa beberapa pemimpin Iran sebelumnya telah menjadi korban akibat program tersebut.

Negosiasi di Islamabad disebut sebagai upaya diplomatik tingkat tinggi untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik regional yang lebih luas. Namun, perbedaan mendasar antara kedua pihak terkait sanksi, peran regional Iran, dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz membuat kesepakatan sulit dicapai.

Dalam perkembangan terkait, disebutkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir terjadi serangkaian serangan terhadap Iran yang melibatkan “Israel” dan Amerika Serikat, yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk tokoh militer dan keamanan penting.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah “Israel” serta beberapa lokasi di kawasan regional.

(Samirmusa/arrahmah.id)