Memuat...

Muttaqi: Afghanistan Harus Menjadi Pusat Kerja Sama Regional

Hanin Mazaya
Selasa, 6 Oktober 2026 / 25 Rabiulakhir 1448 19:15
Muttaqi: Afghanistan Harus Menjadi Pusat Kerja Sama Regional
Amir Khan Muttaqi. (Foto: PTI)

MOSKOW (Arrahmah.id) - Amir Khan Muttaqi, Menteri Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan, menyampaikan dalam pertemuan kedelapan Format Moskow mengenai Afghanistan bahwa negara tersebut berupaya menjadi pusat utama bagi kerja sama ekonomi dan konektivitas antara Asia Tengah dan Asia Selatan serta wilayah lainnya, alih-alih menjadi arena persaingan regional.

Muttaqi menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Afghanistan didasarkan pada prinsip "pintu terbuka, keterlibatan yang seimbang, saling menghormati, dan kepentingan bersama," seraya menambahkan bahwa Kabul tidak memandang hubungannya dengan satu negara sebagai bentuk pertentangan terhadap negara lain.

Ia menyerukan kepada negara-negara kawasan untuk meningkatkan investasi di sektor energi, pertambangan, pertanian, industri, transit, logistik, dan infrastruktur Afghanistan. Menurutnya, Afghanistan memandang proyek-proyek regional seperti TAPI, TAP, CASA-1000, dan Jalur Kereta Api Trans-Afghanistan sebagai hal penting bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas kawasan.

Menteri Luar Negeri tersebut juga menyinggung hubungan dengan Pakistan, dengan mengatakan bahwa masalah keamanan, politik, dan ekonomi antara kedua negara harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi. Ia menyebutkan bahwa Pakistan menggunakan tekanan militer terhadap Afghanistan dan melanggar kedaulatan negara tersebut, lansir Tolo News (5/10/2026).

Muttaqi juga menyatakan bahwa Imarah Islam siap menjalin kerja sama berkelanjutan dengan negara-negara kawasan terkait keamanan perbatasan serta upaya pemberantasan perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir.

Mengenai ekonomi Afghanistan, ia menyebutkan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil negara itu tumbuh sebesar 1,5% selama tahun fiskal 1404, sementara investasi sektor swasta mencapai 200,9 miliar afghani.

Ia menggambarkan pengakuan Rusia terhadap Imarah Islam sebagai perkembangan penting dan menyatakan harapan agar negara-negara lain mengambil langkah serupa.

Muttaqi menegaskan bahwa keterlibatan langsung dengan Afghanistan merupakan cara praktis untuk menangani berbagai persoalan, serta mendesak negara-negara di luar kawasan untuk mendasarkan kebijakan mereka terhadap Afghanistan pada "realitas lapangan, hubungan langsung, dan kepentingan bersama," alih-alih menggunakan tekanan dan isolasi.  (haninmazaya/arrahmah.id)