Memuat...

Seruan Boikot Produk Indonesia di Malaysia Mencuat, Mendag: Hanya Sesaat

Ameera
Kamis, 8 Oktober 2026 / 27 Rabiulakhir 1448 19:05
Seruan Boikot Produk Indonesia di Malaysia Mencuat, Mendag: Hanya Sesaat
Seruan Boikot Produk Indonesia di Malaysia Mencuat, Mendag: Hanya Sesaat

JAKARTA (Arrahmah.id) — Seruan untuk memboikot sejumlah produk asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia mencuat di media sosial.

Seruan tersebut menyasar sejumlah merek makanan dan minuman (F&B) asal Indonesia yang telah membuka gerai di Malaysia.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai seruan boikot yang beredar di media sosial hanya bersifat sementara dan tidak akan mengganggu hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.

"Ini kan mungkin cuman ya karena sesaat aja," ujar Budi di Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Budi mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Atase Perdagangan serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk memantau perkembangan isu tersebut.

"Kami sudah komunikasi juga dengan atase perdagangan, dengan perwakilan KBRI. Ini nggak ada masalah, oke aja, nggak ada masalah," jelas Budi.

Menurutnya, pemerintah tetap memantau situasi, tetapi sejauh ini tidak melihat adanya dampak besar terhadap hubungan perdagangan kedua negara.

Berawal dari Seruan di Media Sosial

Seruan boikot tersebut bermula dari unggahan seorang pengguna media sosial Threads dengan akun @mee.zsa. Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan daftar sejumlah merek F&B asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia.

Pengunggah mengajak pengguna media sosial di Malaysia untuk memboikot produk-produk tersebut.

"Ayo boikot produk Indonesia. Tolong bagikan ulang ya kawan-kawan. Berikut daftar nama franchise serta produk makanan dan minuman (F&B) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia, termasuk kopi, teh, es krim," tulis akun tersebut.

Sejumlah merek yang tercantum dalam daftar itu antara lain Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, dan MOMOYO. Pengunggah juga mencantumkan informasi mengenai waktu pembukaan gerai serta jumlah gerai dari sejumlah merek tersebut di Malaysia.

Dikaitkan dengan Dugaan Penghinaan terhadap Raja Malaysia

Dalam unggahan lainnya, pengunggah menjelaskan alasan di balik seruan boikot tersebut. Ia menyatakan seruan itu bukan berkaitan dengan hasil pertandingan sepak bola yang belakangan turut memicu perbincangan antara warganet Indonesia dan Malaysia.

Menurut pengunggah, seruan tersebut muncul sebagai respons terhadap unggahan di media sosial yang disebutnya diduga menghina Raja Malaysia dan mantan pemimpin Malaysia.

"Sebenarnya tiada niat ribut dengan orang Indonesia, tapi kenapa mereka menghina Raja kita, mantan pemimpin kita. Selama ini mereka berucap macam-macam kita tetap tolong. Tapi kesabaran orang Malaysia ada batasnya," tulisnya.

Seruan tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial karena menyasar sejumlah merek asal Indonesia yang telah menjalankan usaha di Malaysia.

Meski demikian, pemerintah Indonesia menyatakan situasi tersebut sejauh ini tidak menimbulkan persoalan serius terhadap hubungan perdagangan kedua negara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menegaskan komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Malaysia terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi.

(ameera/arrahmah.id)