YAMAN (Arrahmah.id) - Klaim yang saling bertentangan muncul dari medan pertempuran Yaman pada Jumat (9/10/2026). Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman, Mohammed Al Jaber, menyatakan pasukan Ansarullah telah disingkirkan dari Selat Bab al-Mandeb. Namun, Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan tersebut mengklaim berhasil memukul mundur serangan baru pasukan yang didukung Riyadh.
Menurut laporan Anadolu, Al Jaber menyebut Bab al-Mandeb telah dibersihkan dari sisa-sisa pasukan Ansarullah. Namun, ia tidak memberikan rincian operasi maupun bukti yang menjelaskan wilayah mana yang berhasil dikuasai.
Beberapa jam kemudian, Angkatan Bersenjata Yaman yang berbasis di Sanaa dan bersekutu dengan Ansarullah menyatakan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali berusaha maju dari Provinsi Lahj menuju selat tersebut. Mereka mengklaim serangan itu berhasil dipatahkan tanpa menghasilkan kemajuan berarti.
Dalam pernyataannya, pasukan Sanaa mengklaim telah menghancurkan lebih dari 22 kendaraan lapis baja serta menewaskan atau melukai puluhan personel lawan, termasuk sejumlah komandan lapangan. Mereka juga menyebut lebih dari 30 ambulans membawa korban ke Aden. Klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melancarkan operasi militer bertajuk Dawn of Yemen pada awal pekan ini untuk merebut kembali wilayah yang sebelumnya dikuasai Ansarullah. Pasukan pemerintah mengumumkan telah merebut sejumlah posisi strategis di sekitar Dhubab dan Bab al-Mandeb dengan dukungan serangan udara Saudi.
Ansarullah membantah sejumlah klaim kemajuan tersebut dan menyatakan pasukannya masih melakukan perlawanan. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 9 Oktober menyebut pertempuran kembali meluas ke berbagai front, termasuk wilayah pegunungan di sekitar Taiz dan Provinsi Lahj.
Eskalasi juga terjadi di tengah serangan udara Saudi terhadap Sanaa dan sejumlah wilayah Yaman lainnya, menurut laporan yang beredar.
Mobilisasi dan Demonstrasi
Pada hari yang sama, demonstrasi digelar di Sanaa dan sejumlah provinsi Yaman untuk menyatakan dukungan kepada Palestina sekaligus menentang operasi militer yang didukung Arab Saudi.
Penyelenggara demonstrasi menyerukan mobilisasi umum dan menyatakan kesiapan menyediakan dukungan bagi pasukan Ansarullah dalam menghadapi serangan. Mereka juga memperingatkan bahwa serangan terhadap Bab al-Mandeb atau upaya mempersenjatai jalur pelayaran tersebut dapat mengancam keselamatan navigasi internasional.
Sementara itu, pertempuran dilaporkan masih berlangsung di Provinsi Taiz dan Lahj. Media yang berafiliasi dengan Sanaa menyebut pasukan Ansarullah berupaya memperkuat kendali atas Jabal Habashi, kawasan pegunungan yang memiliki posisi strategis terhadap Kota Taiz dan jalur menuju pesisir barat Yaman.
Jalur Pelayaran Strategis
Selat Bab al-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu lintasan penting perdagangan internasional, terutama bagi kapal yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Penguasaan pesisir dan pulau-pulau di sekitar selat tersebut memiliki nilai strategis bagi kepentingan militer maupun ekonomi. Pertempuran yang kembali meluas di kawasan itu pun meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional.
Hingga Jumat (9/10), klaim kedua pihak mengenai situasi terkini di Bab al-Mandeb masih bertentangan. Belum ada verifikasi independen yang memastikan apakah pasukan pemerintah Yaman telah menguasai seluruh kawasan strategis tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)
