Memuat...

Situasi Yaman Memanas, Pertempuran dan Serangan ke Saudi Meningkat

Zarah Amala
Kamis, 8 Oktober 2026 / 27 Rabiulakhir 1448 13:16
Situasi Yaman Memanas, Pertempuran dan Serangan ke Saudi Meningkat
Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi difoto di sebelah barat Taiz pada 3 Oktober 2026. [Getty]

SANA'A (Arrahmah.id) - Situasi keamanan di Yaman dilaporkan kembali memanas dengan meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Ansarallah (Houtsi) di sejumlah front. Pasukan pemerintah Yaman juga melaporkan meluasnya dampak konflik ke wilayah Arab Saudi.

Pada Rabu (7/10/2026), pasukan pemerintah Yaman mengatakan mereka telah menguasai sepenuhnya front Kahbub dalam operasi yang disebut “Fajr al-Yaman”. Pada hari yang sama, pasukan pemerintah juga melaporkan pertempuran sengit di front Jabal Habashi dan Al-Aqroud di Provinsi Taiz, Yaman barat daya.

Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengatakan pada Rabu (7/10) bahwa Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10). Menurut otoritas tersebut, serangan terhadap kedua bandara menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Otoritas penerbangan Saudi menyatakan serangan terhadap Bandara Abha menewaskan dua warga pendatang dan melukai 28 orang. Sementara serangan terhadap Bandara King Khalid menewaskan seorang warga pendatang dan melukai delapan orang, termasuk lima warga Saudi.

Pada Rabu (7/10), Houtsi mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik terhadap Bandara King Khalid di Riyadh. Juru bicara militer Houtsi Yahya Saree mengatakan serangan tersebut mengganggu lalu lintas udara. Namun, laporan AFP menyebut koalisi pimpinan Saudi menyatakan rudal tersebut berhasil dicegat.

Reuters, pada Kamis (8/10), melaporkan Houtsi kembali mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik ke Bandara King Khalid. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi atau tanggapan langsung dari pihak Saudi mengenai klaim terbaru itu.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi menyatakan pihaknya telah menghancurkan platform peluncur rudal balistik yang disebut digunakan dalam serangan terhadap Riyadh.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperkirakan konflik Yaman dapat semakin meningkat setelah serangkaian serangan Houtsi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil.

Di lapangan, AFP melaporkan pada Rabu (7/10) bahwa pertempuran baru di wilayah barat Yaman menewaskan sedikitnya 62 kombatan, berdasarkan keterangan sumber militer dari kedua pihak. AFP juga mencatat bahwa klaim perkembangan medan tempur dari pihak-pihak yang bertikai sulit diverifikasi secara independen karena situasi bergerak cepat dan akses jurnalis terbatas.

Eskalasi tersebut terjadi setelah pemerintah Yaman meluncurkan serangan balasan besar pada awal pekan ini. Pemerintah yang diakui secara internasional mengklaim telah merebut kembali sejumlah wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah, sementara Houtsi membantah kehilangan wilayah secara signifikan.

Dengan meningkatnya pertempuran di Yaman dan serangan terhadap fasilitas penerbangan Saudi dalam beberapa hari terakhir, konflik yang kembali berkobar sejak Juli kini memasuki fase eskalasi baru, sementara lebih dari 200.000 orang dilaporkan mengungsi akibat pertempuran terbaru, menurut PBB sebagaimana dikutip AFP. (zarahamala/arrahmah.id)