RIYADH (Arrahmah.id) -- Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tiga perempuan yang disebut berasal dari Arab Saudi membuang dan menginjak niqab sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye “2030 Tanpa Niqab” atau #2030_بلا_نقاب. Aksi tersebut menjadi bagian dari perdebatan daring yang dalam beberapa pekan terakhir memicu pro dan kontra mengenai penggunaan niqab di Arab Saudi.
Dilansir Albawaba (8/10/2026), video tersebut dibagikan oleh sejumlah akun di X dan TikTok, termasuk akun RKSA English, dan menunjukkan para perempuan melepaskan niqab kemudian meletakkannya di tanah sebelum menginjaknya.
Kampanye #2030_بلا_نقاب, yang berarti “2030 tanpa niqab”, mulai ramai di media sosial sejak sekitar akhir September 2026. Menurut laporan Al Bawaba pada 8 Oktober, tagar tersebut berkembang di platform X dan muncul pula dalam sejumlah variasi berbahasa Inggris seperti #2030_No_Niqab dan #no_more_Niqab. Kampanye itu menyerukan agar perempuan meninggalkan niqab dan mengaitkannya dengan perubahan sosial yang ingin dicapai pada 2030.
Seiring meluasnya kampanye, sebagian unggahan tidak hanya menyerukan perempuan untuk melepas niqab, tetapi juga menyerukan pembakaran atau pembuangan niqab. Sikap tersebut kemudian memicu kritik dari pengguna media sosial yang menilai kampanye telah bergeser dari isu kebebasan memilih pakaian menjadi serangan terhadap simbol keagamaan. Di sisi lain, pendukung kampanye berpendapat bahwa perempuan seharusnya memiliki kebebasan menentukan apakah akan mengenakan penutup wajah tersebut atau tidak.
Perdebatan tersebut juga berkaitan dengan pertanyaan mengenai status niqab dalam Islam. Sejumlah pengguna media sosial menilai niqab merupakan praktik keagamaan dan budaya yang telah lama berkembang di kawasan tersebut, sementara pihak lain menekankan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah menutup wajah merupakan kewajiban agama.
Penggunaan angka “2030” dalam kampanye tersebut tampaknya merujuk pada tahun yang menjadi target berbagai agenda perubahan sosial dan ekonomi Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi yang menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi menetapkan larangan nasional terhadap niqab pada 2030. Karena itu, video tiga perempuan yang membuang dan menginjak niqab lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari kontroversi kampanye media sosial, bukan sebagai bukti bahwa Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan resmi untuk menghapus niqab. (hanoum/arrahmah.id)
