Memuat...

Warga Takhar Serukan Pemugaran Kota Kuno Ai-Khanoum

Hanin Mazaya
Ahad, 4 Oktober 2026 / 23 Rabiulakhir 1448 08:40
Warga Takhar Serukan Pemugaran Kota Kuno Ai-Khanoum
(Foto: Délégation archéologique française en Afghanistan)

TAKHAR (Arrahmah.id) - Kota kuno Ai-Khanoum, yang terletak di distrik Dasht-e-Qala, Provinsi Takhar, dianggap sebagai salah satu situs arkeologi penting di Afghanistan.

Kota ini memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun dan pernah menjadi salah satu pusat utama peradaban Yunani-Baktria.

Kota ini dibangun di dekat pertemuan Sungai Amu dan Sungai Kokcha. Sisa-sisa kota ini pertama kali diidentifikasi oleh seorang arkeolog Prancis pada tahun 1925.

Pada 1961, menyusul penemuan artefak Yunani dan meningkatnya minat dari raja terakhir Afghanistan, Mohammad Zahir Shah, para arkeolog mulai melakukan eksplorasi yang lebih luas di situs tersebut, lansir Tolo News (4/10/2026).

Mirallah Basharat, seorang warga Takhar, mengatakan: "Kota ini berbentuk segitiga, dengan Sungai Amu dan Sungai Kokcha mengapit dua sisinya. Kota ini sangat indah pada masanya, namun sayangnya, kini telah menjadi reruntuhan akibat konflik dalam beberapa dekade terakhir."

Warga Takhar dan aktivis budaya menyatakan bahwa kota kuno Ai-Khanoum hancur dalam dua tahap: pertama sekitar tahun 145 SM akibat serangan dan kebakaran, dan kemudian selama beberapa dekade konflik serta penggalian ilegal yang menyebabkan kerusakan parah pada situs tersebut.

Sediqi Lalzad, seorang aktivis budaya, mengatakan: "Beberapa artefak dari kota ini yang seharusnya dipindahkan ke museum sayangnya hilang selama konflik baru-baru ini, sehingga menyebabkan kerusakan signifikan pada warisan sejarah Afghanistan."

Koin, tembikar, patung, dan prasasti Yunani termasuk di antara artefak yang ditemukan di tengah reruntuhan kota kuno tersebut.

Aktivis budaya dan warga Takhar berpendapat bahwa jika pemerintah dan organisasi terkait memugar situs bersejarah ini, Ai-Khanoum dapat menjadi destinasi wisata utama di Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)