Memuat...

BREAKING NEWS: Trump Hentikan Serangan ke Iran! Gencatan Senjata 2 Pekan, Tanda Perang Segera Berakhir?

Samir Musa
Rabu, 8 April 2026 / 20 Syawal 1447 07:17
BREAKING NEWS: Trump Hentikan Serangan ke Iran! Gencatan Senjata 2 Pekan, Tanda Perang Segera Berakhir?
Trump menegaskan telah tercapai kesepakatan untuk gencatan senjata selama dua minggu (European Press Agency).

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya gencatan senjata sementara antara negaranya dan Iran selama dua pekan, di tengah klaim kemajuan besar menuju kesepakatan damai jangka panjang, lansir Aljazeera.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa kedua pihak telah “menempuh langkah besar” menuju kesepakatan final. Ia juga mengungkapkan bahwa Washington telah menerima proposal 10 poin dari Teheran yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang “dapat diterapkan”.

“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami melihatnya sebagai fondasi yang bisa dinegosiasikan,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa dirinya telah menyetujui penghentian pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu, guna memberi ruang penyelesaian kesepakatan.

Trump juga mengklaim bahwa hampir seluruh poin perbedaan antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati, seraya menegaskan bahwa negaranya telah “mencapai dan melampaui semua tujuan militer” dalam konfrontasi tersebut.

Seorang pejabat Amerika menyatakan bahwa seluruh operasi militer terhadap Iran telah dihentikan. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan negosiasi langsung dengan Iran tengah berlangsung, namun “belum ada yang final hingga diumumkan secara resmi oleh Trump”.

Menurut laporan media Amerika, gencatan senjata akan mulai berlaku setelah Iran membuka Selat Hormuz. Pejabat Gedung Putih juga mengakui bahwa penyampaian perintah penghentian operasi kepada unit-unit di lapangan memerlukan waktu.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa pertemuan yang dijadwalkan pada Jumat di Pakistan akan menjadi perundingan tatap muka pertama antara pejabat Amerika dan Iran sejak pecahnya konflik.

Pernyataan Iran

Di pihak Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengumumkan bahwa perundingan akan digelar di Islamabad untuk merampungkan detail akhir penghentian perang. Pembicaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 11 April.

Pihak Iran menyatakan telah meraih “kemenangan besar” dan memaksa Amerika menerima proposal mereka yang terdiri dari 10 poin. Proposal tersebut mencakup pencabutan seluruh sanksi, pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta pengakuan atas hak Iran dalam pengayaan uranium.

Selain itu, Iran menegaskan komitmen awal untuk tidak melakukan agresi, tetap mengendalikan Selat Hormuz, serta mengatur lalu lintas pelayaran melalui koordinasi dengan militernya. Proposal itu juga mencakup tuntutan penarikan pasukan Amerika dari kawasan serta penghentian perang di berbagai front, termasuk Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua pekan dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.

Ia menambahkan bahwa jika serangan terhadap Iran dihentikan, maka “pasukan bersenjata kami yang kuat juga akan menghentikan operasi defensifnya.”

Respons Lebanon dan “Israel”

Dari pihak Lebanon, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait gencatan senjata tersebut. Namun, media “Israel” melaporkan bahwa kesepakatan ini juga mencakup wilayah Lebanon.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih menyebut bahwa “Israel” telah menyetujui gencatan senjata dan akan menangguhkan serangan selama dua pekan ke depan.

(Samirmusa/arrahmah.id)