WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan bahwa “satu peradaban akan mati malam ini” jika Teheran tidak memenuhi ultimatum yang ditetapkan Washington, Selasa (7/4/2026), di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social menjelang tenggat waktu yang ia berikan kepada Iran untuk mencapai kesepakatan terkait sejumlah tuntutan, termasuk isu strategis di kawasan seperti Selat Hormuz. Dalam unggahannya, Trump menekankan bahwa konsekuensi dari kegagalan diplomasi akan sangat besar dan terjadi dalam waktu dekat.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini… Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kemungkinan besar itu akan terjadi,” tulis Trump dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters (7/4/2026).
Ancaman itu muncul setelah beberapa hari peningkatan tekanan militer oleh Amerika Serikat terhadap target-target strategis di Iran. Laporan New York Post menyebutkan bahwa fasilitas infrastruktur vital, termasuk energi dan transportasi, menjadi bagian dari sasaran yang dipertimbangkan dalam operasi militer sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah Iran.
Sejumlah pejabat dan analis menilai pernyataan Trump sebagai salah satu retorika paling ekstrem dalam konflik yang sedang berlangsung. Beberapa mantan pejabat militer Amerika Serikat bahkan memperingatkan bahwa ancaman terhadap infrastruktur sipil dapat melanggar hukum humaniter internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Di sisi lain, pemerintah Iran menolak ultimatum tersebut dan memperingatkan akan melakukan pembalasan jika serangan lebih lanjut dilakukan. Ketegangan antara kedua negara pun meningkat tajam, dengan risiko eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Hingga tenggat waktu yang ditetapkan, belum ada tanda-tanda kesepakatan akan tercapai. Komunitas internasional terus memantau situasi dengan kekhawatiran bahwa ancaman tersebut dapat berkembang menjadi konflik berskala besar dengan dampak global. (hanoum/arrahmah.id)
