BASRA (Arrahmah.id) -- Kerusuhan terjadi di Basra, Irak selatan, setelah serangan roket yang diduga berasal dari arah Kuwait menewaskan sedikitnya tiga orang, memicu kemarahan warga hingga menerobos masuk ke konsulat Kuwait, Selasa (7/4/2026).
Dilansir Reuters (7/6), serangan tersebut terjadi di wilayah Khor al-Zubair, dekat Basra, ketika roket menghantam sebuah rumah warga. Otoritas keamanan dan kesehatan setempat melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka, dengan kemungkinan jumlah korban bertambah karena masih ada korban yang tertimbun reruntuhan.
Tak lama setelah insiden itu, ratusan warga yang marah berkumpul dan bergerak menuju gedung konsulat Kuwait di Basra. Mereka kemudian menerobos masuk ke dalam area konsulat sebagai bentuk protes atas serangan yang dianggap berasal dari wilayah Kuwait.
Seorang sumber kepolisian setempat mengatakan, “Roket itu datang dari arah Kuwait dan menewaskan warga sipil, ini memicu kemarahan besar di antara masyarakat,” menggambarkan bagaimana cepatnya situasi berubah menjadi kerusuhan.
https://www.youtube.com/shorts/BHlZ9iLCZzc
Aksi massa tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, terutama sejak konflik regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya meluas ke negara-negara Teluk. Kuwait sendiri dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi sasaran serangan drone dan rudal dalam konflik tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kuwait maupun Irak terkait siapa pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut. Otoritas Irak juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal serangan dan kemungkinan kaitannya dengan konflik regional yang lebih luas.
Situasi di sekitar konsulat dilaporkan telah berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan, meski ketegangan di Basra masih tinggi dan berpotensi memicu aksi lanjutan dari warga. (hanoum/arrahmah.id)
