Memuat...

Lansia Muslim Dianiaya Perempuan Hindu Radikal di Taman Delhi

Hanoum
Rabu, 15 Juli 2026 / 1 Safar 1448 06:08
Lansia Muslim Dianiaya Perempuan Hindu Radikal di Taman Delhi
Tangkapan layar. [Foto: The Clarion]

NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Seorang pria Muslim lanjut usia dilaporkan mengalami intimidasi dan penganiayaan di Central Park, Connaught Place, New Delhi, setelah didatangi seorang perempuan Hindu radikal yang disertai sekelompok orang. Insiden yang terekam video dan beredar luas di media sosial itu memicu kecaman dari berbagai kalangan serta kembali menyoroti isu ketegangan antaragama di India.

Dalam rekaman video yang beredar, seperti dilansir The Clarion (14/7/2026), perempuan itu terlihat memegang dan menarik janggut korban sambil melontarkan kata-kata kasar serta ancaman pembunuhan.

Sejumlah orang yang berada di lokasi tampak mengelilingi korban ketika insiden berlangsung. Hingga kini, identitas lengkap korban maupun pelaku belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.

Menurut The Clarion, perempuan tersebut menuduh korban pernah menggunakan bahasa yang dianggap menyinggung dalam perdebatan sebelumnya. Namun, tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Video yang viral justru menunjukkan korban berada dalam posisi tertekan ketika menjadi sasaran intimidasi verbal dan fisik di tengah kerumunan.

Dalam video yang beredar, perempuan itu terdengar mengancam korban. Dia berkata, "Saya akan membunuhmu. Jangan pernah muncul di sini lagi," sambil menarik janggut pria lanjut usia tersebut.

Rekaman itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan mengenai meningkatnya kasus ujaran kebencian serta kekerasan terhadap kelompok minoritas agama di India.

Organisasi masyarakat sipil dan aktivis hak asasi manusia mendesak aparat keamanan Delhi untuk segera menyelidiki insiden tersebut. Mereka menilai tindakan pelecehan terhadap korban, termasuk penarikan janggut yang merupakan simbol identitas keagamaan bagi banyak Muslim, dapat dikategorikan sebagai tindakan bermotif kebencian agama apabila terbukti dilakukan karena identitas korban.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap hubungan antar-komunitas di India. Sejumlah organisasi pemantau hak asasi manusia dan media internasional dalam beberapa tahun terakhir mencatat berbagai insiden yang melibatkan serangan terhadap kelompok minoritas Muslim, baik dalam bentuk intimidasi, ujaran kebencian, maupun kekerasan fisik.

Namun demikian, pihak kepolisian masih diharapkan memberikan hasil penyelidikan resmi untuk memastikan motif serta kronologi lengkap kejadian di Central Park tersebut. (hanoum/arrahmah.id)