Memuat...

AS Gempur Iran, Teheran Balas Serang Bahrain, Yordania, dan Dua Kapal Tanker UEA

Samir Musa
Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharam 1448 19:40
AS Gempur Iran, Teheran Balas Serang Bahrain, Yordania, dan Dua Kapal Tanker UEA
Asap membubung setelah sebuah pesawat nirawak (drone) berhasil dicegat pada dini hari di Manama, Bahrain. (Reuters)

TEHERAN (Arrahmah.id) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah militer AS melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah target militer Iran pada Selasa (14/7/2026). Sebagai balasan, Iran mengklaim menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan Yordania, serta menargetkan dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab (UEA) di sekitar Selat Hormuz.

Dilansir dari Al Jazeera yang mengutip sejumlah kantor berita, kantor berita Fars melaporkan tiga anggota satu keluarga tewas dalam serangan udara AS di Provinsi Hormozgan pada dini hari. Sementara televisi pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima ledakan mengguncang wilayah barat Kota Bandar Abbas di selatan Iran.

Militer Amerika Serikat menyatakan operasi yang berlangsung selama lima jam itu menyasar sistem pertahanan pantai, lokasi rudal, drone, serta fasilitas angkatan laut Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan menggunakan amunisi berpemandu presisi dan menghantam sejumlah lokasi di Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Pulau Abu Musa, serta Bandar Abbas.

Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional. Di sisi lain, juru bicara militer Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka melalui perang maupun agresi Amerika Serikat.

CENTCOM juga mengungkapkan lebih dari 50.000 personel militer AS kini ditempatkan di berbagai kawasan Timur Tengah dan berada dalam kondisi siaga penuh.

Iran Klaim Hancurkan Fasilitas Militer AS di Bahrain

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain.

IRGC mengklaim berhasil menghancurkan pusat kendali kapal nirawak, tangki bahan bakar, radar Patriot, radar pengendali lalu lintas udara, radar peringatan dini Armada Kelima AS, gudang logistik persenjataan, pusat komunikasi, hingga bangunan tempat tinggal personel militer AS di Pangkalan Al Jufair.

Serangan tersebut memicu sirene peringatan di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau warga dan penduduk segera menuju lokasi yang aman.

Di tengah situasi tersebut, Kejaksaan Bahrain juga mengumumkan vonis penjara hingga lima tahun terhadap sepuluh orang yang dituduh melakukan aksi kekerasan dan sabotase bersamaan dengan serangan Iran.

Dua Kapal Tanker UEA Diserang

Kementerian Pertahanan UEA melaporkan dua kapal tanker nasional, Mombasa dan Al Bahiyah, menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz di perairan Oman.

Serangan itu menyebabkan seorang pelaut asal India tewas, sementara delapan awak lainnya terluka, terdiri atas enam warga India dan dua warga Ukraina. Empat di antaranya dilaporkan mengalami luka berat.

Kementerian Luar Negeri UEA mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan navigasi internasional.

Namun IRGC menyatakan kedua kapal itu telah mengabaikan peringatan dan mencoba melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau. Iran juga memperingatkan bahwa kerja sama dengan "musuh agresor" dapat memicu krisis energi global.

Serangan terhadap kapal tanker tersebut menuai kecaman dari Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), India, Qatar, Kuwait, dan Bahrain yang menilai tindakan itu melanggar hukum internasional serta mengancam keamanan pelayaran dan pasokan energi dunia.

Sementara itu, badan keamanan maritim Inggris melaporkan sebuah kapal tanker juga diserang rudal saat melintas sekitar 13 mil laut di timur Kota Lima, Oman.

Reuters, mengutip perusahaan pelayaran Norwegia Stolt, melaporkan sebuah kapal pengangkut bahan kimia terbakar akibat serangan di lepas pantai Oman.

Iran Luncurkan Rudal ke Yordania

IRGC juga mengklaim menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania.

Namun militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat empat rudal yang memasuki wilayah udara negara tersebut tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

Militer Yordania mengatakan seluruh puing rudal telah diamankan oleh satuan zeni, sementara tingkat kesiagaan tempur ditingkatkan menyusul serangan yang disebut sebagai insiden ketiga dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Yordania kembali menegaskan bahwa pangkalan seperti Pangeran Hassan dan Muwaffaq Salti merupakan fasilitas militer milik Yordania sepenuhnya. Kehadiran personel Amerika di sana, menurut Amman, hanya berdasarkan kerja sama pertahanan dan pelatihan.

Pihak Yordania juga menegaskan tidak akan membiarkan wilayah udaranya menjadi ajang konflik antara pihak mana pun, baik Iran maupun "Israel".

Rangkaian eskalasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah meningkatnya konfrontasi militer antara Washington dan Teheran, yang semakin mengancam stabilitas kawasan serta keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz.

(Samirmusa/arrahmah.id)