Memuat...

Bisnis Kaesang Pangarep Diterpa Masalah, PMMP Ajukan Restrukturisasi Utang Lebih dari Rp2 Triliun

Ameera
Ahad, 5 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 15:04
Bisnis Kaesang Pangarep Diterpa Masalah, PMMP Ajukan Restrukturisasi Utang Lebih dari Rp2 Triliun
Bisnis Kaesang Pangarep Diterpa Masalah, PMMP Ajukan Restrukturisasi Utang Lebih dari Rp2 Triliun

JAKARTA (Arrahmah.id) - Sejumlah bisnis yang dikaitkan dengan Ketua Umum PSI sekaligus putra mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, kembali menjadi sorotan. Salah satunya adalah PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan yang tengah menghadapi tekanan keuangan akibat beban utang yang mencapai lebih dari Rp2 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PMMP mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini sedang mengajukan restrukturisasi atas berbagai fasilitas pinjaman dari sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan.

Utang terbesar tercatat berasal dari Bank Permata dengan outstanding mencapai sekitar US$53,12 juta atau setara Rp929,6 miliar (kurs Rp17.500 per dolar AS), di luar fasilitas tambahan senilai Rp5,49 miliar.

Selain itu, PMMP juga memiliki kewajiban kepada BCA sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp705 miliar. Sementara pinjaman kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencapai US$30,71 juta atau sekitar Rp537,4 miliar.

Perusahaan juga memiliki utang kepada PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,80 juta atau sekitar Rp400 miliar. Adapun pinjaman kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk dan PT Bank Resona Perdania masing-masing sebesar US$7,21 juta dan US$5,99 juta.

Manajemen PMMP menyebut total kewajiban tersebut belum termasuk bunga pinjaman.

"Saldo tersebut di luar utang bunga," tulis manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu (5/7/2026).

Tekanan finansial tersebut berdampak pada operasional perusahaan. Saat ini, PMMP hanya mengoperasikan satu pabrik yang berlokasi di Situbondo, Jawa Timur.

Penutupan fasilitas produksi lainnya menyebabkan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara sejumlah karyawan memilih mengundurkan diri, termasuk Direktur Pemasaran Patrick Djuanda.

Deretan Bisnis yang Sudah Tutup

Di luar PMMP, sejumlah usaha yang pernah dijalankan atau dikaitkan dengan Kaesang Pangarep juga telah menghentikan operasionalnya.

Salah satunya adalah Ternakkopi, jaringan kedai kopi yang sempat berkembang hingga memiliki sekitar 40 gerai pada 2019. Namun, bisnis tersebut tidak bertahan hingga tiga tahun.

Kemudian ada Goola, merek minuman tradisional modern yang awalnya dirintis oleh Gibran Rakabuming Raka sebelum pengelolaannya beralih kepada Kaesang. Bisnis tersebut juga akhirnya berhenti beroperasi.

Produk makanan ringan dan minuman di bawah merek Siapmas, seperti Kemripik dan Ngedrink, yang sempat dipasarkan melalui jaringan minimarket, juga tidak lagi aktif. Aktivitas terakhir akun resminya tercatat pada Oktober 2020.

Aplikasi Madhang yang diluncurkan pada 2017 untuk mempertemukan ibu rumah tangga penjual makanan dengan konsumen juga menghentikan layanan. Saat itu, sejumlah pengguna sempat menyampaikan keluhan terkait layanan dan pengembalian dana.

Di sektor fesyen, merek kaus kasual Sang Javas juga tidak mampu bertahan lama dan menghentikan operasionalnya pada 2020.

(ameera/arrahmah.id)