Memuat...

Masjid Umayyah Aleppo Dibuka Lagi Usai 13 Tahun

Hanoum
Jumat, 9 Oktober 2026 / 28 Rabiulakhir 1448 04:34
Masjid Umayyah Aleppo Dibuka Lagi Usai 13 Tahun
Pembukaan kembali Masjid Umayyah. [Foto: Anadolu Agency]

ALEPPO (Arrahmah.id) -- Suriah membuka kembali Masjid Umayyah Agung di Kota Aleppo pada Kamis (8/10/2026), setelah rumah ibadah bersejarah itu ditutup selama 13 tahun akibat kerusakan parah dalam perang saudara. Pembukaan kembali masjid yang berasal dari era Dinasti Umayyah tersebut menjadi simbol pemulihan warisan sejarah dan kehidupan keagamaan di salah satu kota tertua di Suriah.

Gubernur Aleppo, Azzam al-Gharib, menghadiri upacara pembukaan yang dilaporkan televisi pemerintah Suriah, Alikhbariah (8/10/2026). Ia menyebut kembalinya masjid tersebut sebagai momentum penting setelah bertahun-tahun mengalami kehancuran. Selama berabad-abad, Masjid Umayyah Agung berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan bagi masyarakat Aleppo.

Masjid itu tidak lagi berfungsi sejak 2013, setelah mengalami kerusakan pada kubah, serambi, dan menara bersejarahnya. Kawasan masjid menjadi salah satu lokasi pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Bashar al-Assad dan kelompok oposisi pada periode 2012–2016. Penguasaan atas kawasan tersebut silih berganti, sementara pertempuran dan bombardemen merusak sejumlah bangunan bersejarah di Kota Tua Aleppo.

Upaya pemulihan masjid dimulai setelah pemerintahan Bashar al-Assad tumbang pada 8 Desember 2024. Direktorat Wakaf Aleppo menjalankan pekerjaan restorasi dengan tujuan mempertahankan karakter arsitektur dan nilai sejarah bangunan tersebut. Meski dibuka kembali, pemulihan situs bersejarah itu berlangsung di tengah tantangan rekonstruksi yang lebih luas setelah bertahun-tahun konflik menghancurkan infrastruktur dan kawasan bersejarah Suriah.

Masjid Umayyah Agung Aleppo merupakan salah satu masjid tertua dan paling penting di Suriah. Pembangunannya bermula pada awal abad kedelapan, pada masa Dinasti Umayyah, dan sejumlah catatan sejarah mengaitkan pendiriannya dengan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Kompleks tersebut menjadi bagian penting dari identitas keagamaan dan warisan arsitektur kota.

Kerusakan Masjid Umayyah merupakan bagian dari kehancuran yang lebih luas di Kota Tua Aleppo selama perang. UNESCO mencatat kerusakan pada bagian timur masjid, serambi, halaman, dan perpustakaannya, sementara menara masjid yang berasal dari periode Seljuk runtuh pada 2013. Kehilangan tersebut menjadi salah satu contoh kerusakan besar terhadap warisan arsitektur Islam di Suriah akibat konflik bersenjata. (hanoum/arrahmah.id)