Memuat...

Nigeria Berduka, Pesawat Militer Jatuh ke Rawa Tewaskan 25 Orang

Hanoum
Rabu, 7 Oktober 2026 / 26 Rabiulakhir 1448 04:34
Nigeria Berduka, Pesawat Militer Jatuh ke Rawa Tewaskan 25 Orang
Foto ilustrasi. [Foto: X]

ABUJA (Arrahmah.id) -- Nigeria menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah sebuah pesawat militer Nigerian Air Force (NAF) ATR-42 jatuh di kawasan rawa dekat Igbokoda, Negara Bagian Ondo, pada Senin (5/10/2026). Seluruh 25 orang yang berada di dalam pesawat, terdiri atas 20 penumpang dan lima awak, dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut.

Dilansir BBC (6/10), pesawat dengan nomor NAF 931 itu sedang menjalankan penerbangan rutin dari Benin City menuju Lagos ketika kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara sekitar pukul 09.13 waktu setempat. Puing-puing pesawat kemudian ditemukan di dekat pangkalan angkatan laut di wilayah Igbokoda, kawasan pesisir Ondo yang sebagian berupa rawa dan perairan.

Pada laporan awal, Menteri Penerbangan dan Pengembangan Dirgantara Nigeria Festus Keyamo menyebut terdapat 32 orang, terdiri atas 25 penumpang dan tujuh awak, di dalam pesawat. Namun, Nigerian Air Force pada Selasa (6/10) memperbarui data manifest dan memastikan jumlah sebenarnya adalah 25 orang, yakni lima awak dan 20 penumpang. Tidak ada korban selamat yang ditemukan.

Nigerian Air Force mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan langsung dilakukan setelah pesawat dinyatakan hilang. Tim gabungan kemudian menyisir lokasi kecelakaan yang sulit dijangkau karena berada di kawasan rawa. Sejumlah warga setempat kepada media mengatakan mereka mendengar suara keras sebelum pesawat jatuh dan melihat bagian pesawat serta barang-barang milik korban di sekitar lokasi.

Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan menyebut kecelakaan tersebut sebagai kehilangan bagi angkatan bersenjata dan seluruh bangsa. Tinubu juga memerintahkan Nigerian Air Force melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian serupa terulang.

Sebagai bentuk penghormatan, Tinubu menetapkan tiga hari berkabung nasional dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh Nigeria. Kepala Staf Angkatan Udara Nigeria, Marsekal Udara Sunday Kelvin Aneke, juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga, kerabat, dan rekan kerja para korban serta menjanjikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan ATR-42, pesawat turboprop bermesin ganda yang digunakan militer Nigeria untuk sejumlah keperluan, termasuk transportasi personel serta misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab jatuhnya NAF 931.

Kecelakaan itu menjadi salah satu kecelakaan penerbangan militer paling serius di Nigeria dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah dan militer kini memusatkan perhatian pada proses evakuasi korban, identifikasi dan pemulihan jenazah, serta penyelidikan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kontak dan jatuh di kawasan Igbokoda. (hanoum/arrahmah.id)