DAMASKUS (Arrahmah.id) - Pasukan Keamanan Internal Suriah telah menangkap Mard Mohammad, mantan brigadir jenderal Garda Republik di bawah rezim yang telah digulingkan, yang dikenal sebagai "Penjaga Ibu Kota."
Dalam sebuah unggahan di saluran Telegram mereka pada Sabtu (10/10/2026), Pasukan Keamanan Internal Suriah menyatakan bahwa Mohammad berperan sebagai komandan militer lapangan dalam operasi yang dilancarkan oleh pasukan rezim tersebut di beberapa wilayah pedesaan Damaskus, termasuk Qaboun, al-Hameh, Wadi Barada, Qudsaya, Ain Terma, dan Jobar.
Ia juga turut memimpin operasi militer yang dijalankan dengan sandi "Janji Tuhan Itu Nyata" (God’s Promise Is True), demikian bunyi pernyataan tersebut, lansir SANA.
Pada 19 September, Pasukan Keamanan Internal menangkap mantan Mayor Jenderal Ahmad Mohammad Ismail, seorang komandan senior Garda Republik lainnya dari rezim yang telah digulingkan itu.
Saat itu, pihak pasukan keamanan menyatakan bahwa catatan militer menunjukkan Ismail pernah memegang sejumlah posisi komando. Ia mengawali kariernya sebagai komandan peleton sebelum menjabat sebagai komandan kompi di Batalion Kedua Resimen Lintas Udara ke-101. Menurut pasukan keamanan, pada awal tahun 2016, ia dipromosikan menjadi kepala operasi untuk resimen yang sama dan terlibat langsung dalam memimpin serangan militer di Aleppo, Daraa, dan Ghouta Timur. (haninmazaya/arrahmah.id)
