Memuat...

Suriah Bantah Kirim Pasukan ke Perang Yaman

Hanoum
Jumat, 9 Oktober 2026 / 28 Rabiulakhir 1448 05:25
Suriah Bantah Kirim Pasukan ke Perang Yaman
Penasihat Media Kepresidenan Suriah Ahmad Muwaffaq Zaidan. [Foto: X]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah pada Rabu (7/10/2026) membantah laporan bahwa Arab Saudi meminta Damaskus mengirim pasukan untuk membantu operasi militer melawan milisi Syiah Houtsi di Yaman. Meski menolak kabar pengerahan militer tersebut, Suriah menegaskan dukungannya terhadap keamanan Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan lintas perbatasan.

Penasihat media Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa, Ahmad Muwaffaq Zaidan, dilansir Al Arabiya (8/10), menyebut kabar bahwa Riyadh meminta pengerahan pasukan Suriah sebagai informasi yang tidak benar. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Zaidan menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi dan kawasan Teluk berkaitan erat dengan keamanan Suriah. Namun, ia membantah adanya permintaan untuk mengirim pasukan ke wilayah kerajaan maupun Yaman.

Kementerian Informasi Suriah, melalui Direktorat Media Luar Negeri, juga menyatakan bahwa kebijakan Damaskus di kawasan berlandaskan stabilitas, perdamaian, dan kerja sama, bukan membuka medan konflik baru.

Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah membangun kembali negara setelah perang saudara berkepanjangan, memperkuat institusi pemerintahan, dan memperbaiki kondisi hidup masyarakat. Jika ada kerja sama militer dengan negara mitra, pelaksanaannya harus melalui jalur resmi dan kerangka perjanjian bilateral yang berlaku.

Isu tersebut mencuat setelah Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa bertemu Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh pada Selasa (6/10). Menurut sumber yang dikutip Reuters, kemungkinan bantuan militer termasuk dalam pembahasan hubungan kedua negara.

Ketegangan regional meningkat setelah Houtsi, kelompok bersenjata yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman, meningkatkan serangan rudal dan drone ke Arab Saudi.

Associated Press melaporkan bahwa serangan yang diklaim Houtsi menyasar sejumlah fasilitas, termasuk bandara di Riyadh dan Abha. Otoritas Saudi menyatakan serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, sementara sejumlah klaim mengenai sasaran serangan belum dapat diverifikasi secara independen.

Arab Saudi telah mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam konflik melawan Houthi sejak 2015. Perang kembali meningkat setelah pasukan pemerintah Yaman melancarkan operasi untuk merebut wilayah yang dikuasai kelompok tersebut, termasuk kawasan pesisir Laut Merah dan sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Bagi Suriah, keterlibatan langsung dalam perang Yaman berpotensi menambah beban keamanan ketika negara itu masih berupaya memulihkan institusi pemerintahan dan menyatukan kembali struktur militernya setelah tumbangnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. (hanoum/arrahmah.id)