Memuat...

Aksi Tabrak Lari di Gush Etzion Tepi Barat: Tiga Pemukim Yahudi Terluka, Pelaku Gugur di Tangan IDF

Zarah Amala
Senin, 1 Juni 2026 / 16 Zulhijah 1447 10:15
Aksi Tabrak Lari di Gush Etzion Tepi Barat: Tiga Pemukim Yahudi Terluka, Pelaku Gugur di Tangan IDF
Insiden penabrakan mobil terjadi di persimpangan Gush Etzion di Tepi Barat bagian selatan (media sosial).

BETLEHEM (Arrahmah.id) - Tiga warga 'Israel' dilaporkan terluka dalam aksi serangan tabrak lari (car-ramming attack) yang terjadi di persimpangan Gush Etzion, sebelah selatan Tepi Barat, pada Ahad malam (31/5/2026). Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa terduga pelaku yang merupakan seorang pemuda Palestina gugur di tempat setelah ditembus peluru militer 'Israel'.

Kementerian Kesehatan Palestina dalam pernyataan singkatnya menjelaskan bahwa Otoritas Urusan Sipil Palestina, lembaga resmi yang menghubungkan komunikasi dengan pihak 'Israel', telah memberi tahu mereka mengenai gugurnya Amjad Jawad Abdel Fattah Natsheh (31). Pemuda tersebut gugurnya akibat tembakan dari Pasukan Pertahanan 'Israel' (IDF) di lokasi kejadian, tepat di sebelah selatan Betlehem.

Menurut laporan dari lembaga penyiaran resmi 'Israel', Kan, dua dari korban luka merupakan wanita pemukim Yahudi. Pihak otoritas 'Israel' menyatakan bahwa pelaku merupakan warga yang berasal dari Kota Hebron dan langsung dilumpuhkan di tempat oleh seorang tentara yang berjaga di pos tersebut.

Layanan darurat 'Israel', Magen David Adom (MDA), melaporkan telah memberikan pertolongan medis pertama di lokasi. Dua korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka tingkat sedang.

Militer 'Israel' segera menutup total akses lalu lintas di Jalan Raya 60 yang berada di dekat persimpangan Gush Etzion, serta mengerahkan pengamanan berskala besar di seluruh area perimeter.

Kantor Berita Resmi Palestina (WAFA) melaporkan bahwa pasca-insiden tersebut, militer 'Israel' langsung memperketat blokade militer dengan menutup sejumlah pintu masuk utama ke Provinsi Betlehem. Seluruh gerbang dan akses menuju Kota Al-Khader yang terletak di selatan Betlehem ditutup total oleh pasukan keamanan dengan dalih sterilisasi wilayah pasca-serangan.

Eskalasi keamanan di Tepi Barat terus menunjukkan tren peningkatan yang tajam sejak meletusnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023 lalu, dicirikan oleh meningkatnya intensitas operasi militer serta friksi antara pemukim sayap kanan dengan warga lokal Palestina, terutama di wilayah pedesaan yang berbatasan langsung dengan pos-pos pemukiman Yahudi.

Berdasarkan data kuantitatif mutakhir yang dirilis oleh Kantor Media Pemerintah Palestina pada 26 Mei lalu, rangkaian eskalasi di wilayah Tepi Barat hingga kini telah menyebabkan 1.168 warga Palestina tewas, 12.666 orang luka-luka, serta memicu penahanan terhadap hampir 23.000 warga, dan pengusiran paksa bagi sekitar 33.000 penduduk setempat. (zarahamala/arrahmah.id)