Memuat...

Uganda Setujui Pengiriman Tentara ke Jalur Gaza di Bawah Pasukan Stabilisasi Internasional

Zarah Amala
Sabtu, 8 Agustus 2026 / 25 Safar 1448 12:31
Uganda Setujui Pengiriman Tentara ke Jalur Gaza di Bawah Pasukan Stabilisasi Internasional
Panglima militer Uganda, Muhoozi Kainerugaba, telah berulang kali menerbitkan pesan dukungan untuk 'Israel' dan genosida yang dilakukannya dalam beberapa bulan terakhir. [Getty]

KAMPALA (Arrahmah.id) - Parlemen Uganda secara resmi menyetujui pengerahan pasukan militer ke Jalur Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilisation Force / ISF) di bawah kesepakatan pelucutan senjata yang dicapai pada akhir Juli.

​Keputusan yang disahkan pada Kamis (6/8/2026) ini merupakan bentuk dukungan terhadap langkah Presiden Yoweri Museveni untuk menerjunkan Tentara Pertahanan Rakyat Uganda (Uganda People's Defence Forces / UPDF) dalam misi penjaga perdamaian.

​Jenderal Henry Matsiko menyambut baik keputusan tersebut di hadapan parlemen. "Saya sangat bangga sebagai warga Uganda bahwa UPDF dipandang sebagai jangkar stabilitas di tengah lautan pergolakan, baik di tingkat regional maupun kini global," ujarnya.

Berdasarkan keterangan sumber dari Board of Peace, organisasi yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengelola pascapenghentian perang, kepada AFP pada Juli lalu, terdapat empat negara lain yang juga menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam misi ini, yakni Maroko, Kosovo, Albania, dan Kazakstan.

​ISF nantinya akan bertanggung jawab mengamankan sebuah "zona kemanusiaan" yang dipersiapkan untuk menampung puluhan ribu warga Palestina yang telah melalui proses pemeriksaan ketat (vetting). Di dalam zona tersebut, warga Palestina diizinkan keluar dan masuk secara bebas. Kendati demikian, konsep zona kemanusiaan tertutup ini menuai kekhawatiran tersendiri di kalangan komunitas kemanusiaan.

Meskipun mosi tersebut akhirnya disahkan oleh parlemen Uganda, langkah ini tidak luput dari kritik dan penolakan sejumlah pihak.
​"Masalah pengiriman tentara kita ke tempat yang sangat berisiko seperti Gaza, di mana 'Israel' terus melancarkan serangan dari waktu ke waktu, tidak bisa begitu saja disahkan secara sembarangan di sini," protes Anggota Parlemen Karim Masaba.

​Di sisi lain, dinamika internal Uganda turut disorot mengingat Kepala Staf Angkatan Darat Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, yang juga merupakan putra Presiden Museveni, kerap mempublikasikan pesan-pesan dukungan terbuka terhadap 'Israel' di media sosial. Pada Januari lalu, ia sempat menulis di X bahwa "'Israel' ada di dalam darah kami... Kami akan selalu berdiri bersama saudara-saudara kami di 'Israel'."

​Bahkan, sebelumnya, Kainerugaba meresmikan patung Yoni Netanyahu, kakak kandung Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu yang tewas 50 tahun silam dalam operasi penyelamatan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, pada masa pemerintahan diktator Idi Amin. (zarahamala/arrahmah.id)