Memuat...

Ancaman Teror Piala Dunia 2026 Mencuat, ISIS Seru Serangan Stadion dan Paus

Hanoum
Rabu, 3 Juni 2026 / 18 Zulhijah 1447 04:11
Ancaman Teror Piala Dunia 2026 Mencuat, ISIS Seru Serangan Stadion dan Paus
Paus Leo XIV menjadi sasaran ancaman yang mengerikan. [Foto: News.au]

LONDON (Arrahmah.id) -- Ancaman keamanan menjelang Piala Dunia FIFA 2026 kembali menjadi sorotan setelah propaganda yang dikaitkan dengan pendukung kelompok militan Islamic State (ISIS) menyerukan serangan terhadap stadion-stadion penyelenggara turnamen serta menyinggung Paus Leo XIV sebagai target.

Materi propaganda tersebut beredar luas di platform daring dan memicu peningkatan kewaspadaan aparat keamanan di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan sejumlah negara Eropa menjelang pembukaan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Dilansir The Sun (2/6/2026), poster propaganda yang beredar menampilkan gambar Paus Leo XIV memegang bola Piala Dunia disertai pesan yang mengajak simpatisan kelompok militan untuk melakukan serangan terhadap stadion.

Dalam materi tersebut terdapat seruan yang berbunyi, “Wahai Mujahid, serang stadion mereka dan jadikan Paus sebagai target,” sebagaimana diterjemahkan dari teks yang beredar di media propaganda pro-ISIS.

Kemunculan ancaman tersebut terjadi menjelang kunjungan Paus Leo XIV ke Kepulauan Canary, Spanyol, pada 11 Juni 2026, bertepatan dengan hari pembukaan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Otoritas Spanyol dilaporkan langsung meningkatkan langkah pengamanan dengan menerapkan berbagai pembatasan lalu lintas, pengerahan aparat tambahan, serta pengawasan anti-teror yang lebih ketat.

Laporan lembaga pemantau ekstremisme internasional MEMRI menyebut poster tersebut berasal dari media propaganda pro-ISIS yang sebelumnya juga kerap menyebarkan ancaman terhadap tokoh agama, acara internasional, dan fasilitas publik.

Meski belum ada indikasi serangan yang sedang direncanakan secara spesifik, kemunculan materi propaganda itu dinilai cukup serius untuk mendapatkan perhatian aparat keamanan.

Pihak keamanan di negara-negara tuan rumah Piala Dunia 2026 sebenarnya telah berada dalam status siaga tinggi jauh sebelum ancaman terbaru muncul.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) bahkan menyebut tingkat ancaman terhadap penyelenggaraan Piala Dunia berada pada kategori “sangat tinggi”, terutama terhadap area-area lunak (soft targets) seperti zona suporter, hotel, pusat transportasi, dan area di luar stadion.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, sebelumnya mengatakan bahwa ancaman terbesar tidak selalu berasal dari serangan terorganisasi berskala besar, melainkan juga dari individu atau kelompok kecil yang terinspirasi propaganda ekstremis.

“Kami menilai tingkat ancaman terhadap ajang ini sangat tinggi, terutama di area-area di luar stadion,” kata Markwayne Mullin.

Laporan terbaru dari lembaga kajian keamanan internasional CSIS menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu acara global paling rentan terhadap ancaman terorisme karena akan berlangsung di 16 kota dan dihadiri jutaan penonton dari berbagai negara.

Sebagai respons, penyelenggara Piala Dunia bersama aparat keamanan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah menyiapkan pengamanan berlapis. Langkah tersebut mencakup penggunaan teknologi anti-drone, pengawasan siber, patroli bersenjata, pembatasan wilayah udara di sekitar stadion, serta koordinasi intelijen lintas negara. Tim nasional peserta, termasuk Inggris, juga dilaporkan mendapatkan perlindungan tambahan di lokasi pemusatan latihan mereka. (hanoum/arrahmah.id)