Memuat...

Hamas Tangkap Puluhan Orang Usai Operasi 'Israel' di Gaza

Hanoum
Senin, 7 September 2026 / 26 Rabiulawal 1448 04:38
Hamas Tangkap Puluhan Orang Usai Operasi 'Israel' di Gaza
Hamas menangkap seorang warga Palestina yang dicurigai berkolaborasi dengan Israel di Kota Gaza, 22 Agustus 2014. [Foto: Reuters]

GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas dilaporkan menangkap sedikitnya 36 orang yang diduga membantu pasukan 'Israel' dalam operasi yang berujung pada penangkapan Muein al-Arabid, kepala aparat keamanan internal Hamas di Jalur Gaza. Penangkapan tersebut dilakukan setelah pasukan khusus 'Israel' menggelar operasi di Gaza City pada 1 September 2026 untuk menangkap al-Arabid, yang menurut Israel merupakan salah satu pejabat senior Hamas.

Menurut laporan Asharq Al-Awsat (6/9), sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan sedikitnya 36 orang telah ditangkap dan diperiksa karena diduga terlibat dalam membantu pasukan khusus 'Israel'. Sebagian dari mereka disebut telah mengakui keterlibatan dalam kerja sama dengan 'Israel', meskipun penyelidikan masih berlangsung dan tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Operasi 'Israel' berlangsung di kawasan Al-Katiba, Gaza City, ketika pasukan khusus Shin Bet memasuki sebuah bangunan untuk menangkap al-Arabid. 'Israel' mengatakan operasi tersebut didukung serangan udara terhadap sejumlah sasaran di sekitar lokasi untuk melindungi pasukannya. Al-Arabid terluka dan kemudian dibawa ke 'Israel' untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Gaza, al-Arabid terluka dalam kontak senjata dengan pasukan 'Israel', sedangkan istrinya tewas dan beberapa anaknya terluka. Kementerian tersebut menyatakan al-Arabid sedang menjalankan tugas rutinnya ketika operasi berlangsung dan menolak narasi 'Israel' mengenai perannya.

“Ia sedang menjalankan tugas rutinnya sebagai bagian dari pengabdiannya kepada rakyat kami dan upaya menjaga keamanan serta perdamaian sipil di Jalur Gaza,” kata Kementerian Dalam Negeri Gaza mengenai al-Arabid dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency.

'Israel' memiliki versi berbeda mengenai sosok al-Arabid. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan al-Arabid merupakan salah satu tokoh senior Hamas yang bertanggung jawab atas penyembunyian dan pemindahan sandera 'Israel', perlindungan pejabat senior Hamas, serta upaya membangun kembali kemampuan organisasi tersebut.

“Saya memuji Shin Bet dan IDF yang dalam sebuah operasi berani hari ini menangkap kepala aparat keamanan internal Hamas di dekat rumahnya di Gaza,” kata Netanyahu dalam pernyataannya.

Sebelum 'Israel' mengonfirmasi penangkapan tersebut, sejumlah laporan media Arab menyebut operasi itu melibatkan milisi Palestina yang bekerja sama dengan 'Israel'. Namun, 'Israel' kemudian menyatakan bahwa operasi dilakukan oleh pasukan khusus Shin Bet dengan dukungan militer. (hanoum/arrahmah.id)