NEW YORK (Arrahmah.id) -- Petarung UFC berdarah Indonesia, Bilal Hasan, menyebut Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu sebagai salah satu tokoh yang ingin dihadapinya jika diberi kesempatan bertarung melawan siapa pun, hidup maupun telah meninggal. Pernyataan itu disampaikan Hasan dalam sebuah sesi wawancara setelah dirinya mencatat kemenangan pada debut UFC dan kemudian mendapat perhatian luas di Indonesia.
Pernyataan tersebut muncul ketika Jaiden Cable, reporter sekaligus kreator konten olahraga, menyampaikan pertanyaan dari warganet kepada Hasan mengenai siapa yang ingin dia lawan jika dapat memilih siapa saja. Hasan kemudian menyebut nama Netanyahu, sebelum menyebut beberapa nama lain dalam konteks pertanyaan hipotetis tersebut.
“Kalau saya bisa bertarung dengan siapa saja, mungkin Benjamin Netanyahu,” ujar Bilal Hasan dalam wawancara tersebut, seperti dikutip dari CNN (6/9/2026). Setelah itu, ia juga menyebut Jeffrey Epstein serta dua musisi Amerika Serikat, Elvis Presley dan Prince, sebagai nama lain yang terlintas dalam pikirannya. Hasan tidak memberikan alasan khusus mengapa Netanyahu masuk dalam daftar tersebut.
Pernyataan Hasan muncul hanya beberapa hari setelah ia memperkuat statusnya sebagai salah satu prospek baru UFC. Petarung berjuluk “The IndoNinja” itu melakukan debut di UFC pada 29 Agustus 2026 di Shanghai, Cina, dengan menghadapi petarung Peru, Nilson Rojas. Hasan memenangkan pertandingan melalui KO pada ronde kedua setelah mendaratkan pukulan tangan kanan pada menit 2:28.
Kemenangan tersebut membuat rekor profesional Hasan menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan, dengan delapan kemenangan melalui KO/TKO dan satu melalui submission. UFC mencatat Hasan bertanding di kelas flyweight dan berlatih di Charlie's Combat Club. Ia juga tercatat pernah berlatih bersama mantan juara UFC dan anggota UFC Hall of Fame, Demetrious Johnson.
Sebelum tampil di UFC, Hasan memperoleh kontrak setelah memenangkan laga Dana White's Contender Series pada 11 Agustus 2026. Ia menghentikan petarung India Mridul Saikia hanya dalam 45 detik pada ronde pertama. Penampilan tersebut membuat Presiden UFC Dana White memberikan kontrak kepada Hasan.
Hasan lahir di Hawaii dari orang tua yang berasal dari Indonesia dan kemudian tumbuh besar di Amerika Serikat. UFC menyebut julukan “The IndoNinja” berkaitan dengan warisan Indonesianya. Dalam profil resminya, Hasan mengatakan salah satu tujuannya adalah menginspirasi anak muda, khususnya masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara, untuk mengejar prestasi tingkat dunia melalui disiplin dan konsistensi.
“Saya ingin menginspirasi anak muda—terutama masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara—untuk percaya bahwa mereka dapat mencapai kesuksesan kelas dunia dengan disiplin, konsistensi, dan orang-orang yang tepat,” kata Hasan dalam profil UFC. (hanoum/arrahmah.id)
