Memuat...

Imarah Islam Ingin Memperluas Hubungan Diplomatik dengan Eropa

Hanin Mazaya
Sabtu, 5 September 2026 / 24 Rabiulawal 1448 16:21
Imarah Islam Ingin Memperluas Hubungan Diplomatik dengan Eropa
Zabiullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan. (Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengatakan kepada Tolo News bahwa Imarah Islam berupaya menjalin hubungan baik dengan semua negara, termasuk negara-negara Eropa, sembari tetap menjaga kepentingan Afghanistan di ranah diplomatik.

Ia juga menegaskan bahwa negara-negara yang pernah terlibat dalam perang di Afghanistan perlu mengubah kebijakan masa perang mereka dan memperluas hubungan diplomatik dengan Afghanistan, lansir Tolo News (4/9/2026).

Mujahid mengatakan: "Imarah Islam Afghanistan senantiasa berupaya menjaga kepentingan Afghanistan di ranah diplomatik. Hal ini menuntut kami untuk menjalin hubungan baik dengan semua negara, dan ini juga merupakan pilihan yang masuk akal. Kami ingin negara-negara yang terlibat dalam perang di Afghanistan mengubah kebijakan masa perang mereka dan memajukan interaksi diplomatik dengan kami."

Pernyataan Mujahid mengenai perluasan hubungan dengan Uni Eropa muncul di tengah kehadiran perwakilan Imarah Islam di sejumlah misi diplomatik Afghanistan di Eropa, termasuk dua konsulat di kota Bonn dan Berlin, Jerman, serta Kedutaan Besar Afghanistan di Norwegia.

Idris Mohammadi Zazi, seorang analis politik, mengatakan: "Menurut saya, memperluas hubungan dengan Uni Eropa merupakan suatu keharusan bagi Afghanistan. Namun, kita tidak boleh terlalu terburu-buru mengharapkan normalisasi hubungan yang cepat, mengingat mereka telah mengalami kekalahan di Afghanistan. Mereka berada di sini selama 20 tahun dan tidak bisa dengan mudah memberikan pertanggungjawaban kepada rakyat mereka sendiri."

Samiullah Ahmadzai, analis politik lainnya, mengatakan: "Kita harus menanggapi tuntutan mereka yang sah secara positif. Dalam situasi saat ini, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan masalah pengakuan internasional, satu-satunya jalan ke depan adalah menjalin interaksi yang sah dengan berbagai negara di dunia."

Selama lima tahun terakhir, meskipun Imarah Islam telah berhasil menjalin hubungan baik dengan beberapa negara, sejauh ini Rusia tetap menjadi satu-satunya negara yang secara resmi mengakui Imarah Islam.  (haninmazaya/arrahmah.id)