Memuat...

Hampir Dua Juta Migran Pulang ke Afghanistan

Hanin Mazaya
Ahad, 6 September 2026 / 25 Rabiulawal 1448 07:30
Hampir Dua Juta Migran Pulang ke Afghanistan
Zabiullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan. (Foto: talibantracker.mei.edu)

KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengatakan bahwa lebih dari 1,99 juta migran Afghanistan telah kembali ke tanah air dari berbagai negara selama setahun terakhir.

Saat berbicara dalam program "Pemerintah dalam Sorotan Media", Mujahid menyebutkan bahwa di antara mereka yang kembali, terdapat 210.000 keluarga dari Pakistan, 200.000 keluarga dari Iran, dan 230 keluarga dari Turki, lansir Tolo News (5/9/2026).

Zabihullah Mujahid mengatakan: "Untuk mendukung para migran yang dideportasi dari Iran dan Pakistan, bantuan senilai lebih dari 21,995 juta dolar AS dan lebih dari 48 juta afghani telah dihimpun melalui berbagai organisasi dalam dan luar negeri."

Juru bicara Imarah Islam tersebut juga mengumumkan bahwa lebih dari 680.000 anak yatim, janda, dan penyandang disabilitas telah terdaftar selama tahun kalender berjalan.

Ia mengatakan bahwa lebih dari 600.000 orang di antaranya telah menerima bantuan tunai sebesar 12,6 miliar afghani melalui sistem perbankan.

Mujahid menambahkan bahwa selama tahun ini, penanganan juga telah dilakukan terhadap kasus-kasus yang melibatkan lebih dari 13.700 anak yang berada dalam situasi berisiko.

"Kasus yang melibatkan 13.774 anak berisiko telah ditangani, dan 7.260 anak—termasuk korban perdagangan manusia, anak-anak berisiko, dan anak-anak yang berada dalam pengawasan pusat rehabilitasi—telah dipertemukan kembali dengan keluarga mereka," ujar Mujahid.

Sementara itu, Mujahid menyatakan bahwa pemerintah tidak menggunakan bantuan asing yang dialokasikan untuk organisasi-organisasi yang beroperasi di Afghanistan.

Menurutnya, bantuan asing bagi organisasi-organisasi di Afghanistan telah menurun secara signifikan; namun, rakyat Afghanistan masih terus membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Imarah Islam tidak menghambat penyaluran dan pelaksanaan bantuan, namun satu hal harus diperhatikan: bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, bersifat transparan, dan disalurkan sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Mujahid.

Ia juga menyebutkan bahwa selama tahun tersebut, dana sebesar lebih dari 23,297 juta dolar AS dan 93 juta afghani telah dihimpun bagi warga yang terdampak bencana alam di provinsi Kunar, Samangan, Balkh, dan Nangarhar.

Mujahid menambahkan bahwa lahan seluas 108 kilometer persegi yang terkontaminasi ranjau telah dibersihkan selama tahun tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)