Memuat...

IIA Bagikan 35.000 Lahan untuk Pengungsi yang Kembali Pulang

Hanoum
Rabu, 3 Juni 2026 / 18 Zulhijah 1447 04:24
IIA Bagikan 35.000 Lahan untuk Pengungsi yang Kembali Pulang
Para pengungsi yang kembali terlihat di kamp pengungsi sementara di Kabul, Afghanistan, 12 Mei 2026. [Foto: Xinhua/Saifurahman Safi]

KABUL (Arrahmah.id) -- Otoritas Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) mengumumkan telah membagikan lebih dari 35.000 bidang lahan kepada para pengungsi yang kembali ke negara itu sebagai bagian dari program reintegrasi nasional.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya arus kepulangan warga Afghanistan dari negara-negara tetangga, terutama Iran dan Pakistan, yang dalam beberapa tahun terakhir memperketat kebijakan terhadap migran dan pengungsi Afghanistan.

Dilansir Xinhua (2/6/2026), program pembagian lahan itu diumumkan oleh Kementerian Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan pada awal Juni 2026.

Pemerintah menyatakan lahan-lahan tersebut dialokasikan di berbagai provinsi untuk membantu para pengungsi yang pulang mendapatkan tempat tinggal dan memulai kembali kehidupan mereka setelah bertahun-tahun hidup di luar negeri.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi tantangan sosial dan ekonomi yang muncul akibat gelombang kepulangan besar-besaran warga Afghanistan.

Menurut data pemerintah Afghanistan, jutaan warga negara itu masih tinggal sebagai pengungsi di luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah warga yang kembali terus meningkat seiring perubahan kebijakan imigrasi di negara-negara tetangga. Pada 2024 saja, IIA mencatat hampir 1,8 juta pengungsi telah kembali ke tanah air dari Pakistan, Iran, dan negara lainnya.

Juru bicara Kementerian Pengungsi dan Repatriasi IIA, Abdul Mutalib Haqqani, mengatakan pemerintah berupaya menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang kembali, termasuk tempat tinggal.

“Kami berusaha menciptakan kondisi yang memungkinkan para pengungsi kembali hidup secara layak dan berkontribusi dalam pembangunan negara,” ujar Abdul Mutalib Haqqani.

Pembagian 35.000 bidang lahan tersebut dilakukan melalui proyek permukiman khusus bagi pengungsi yang kembali. IIA menyatakan program itu tidak hanya bertujuan menyediakan hunian, tetapi juga membantu para penerima memperoleh akses terhadap layanan dasar seperti air bersih, pendidikan, dan fasilitas kesehatan.

Langkah Kabul mendapat perhatian organisasi kemanusiaan internasional. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) sebelumnya memperingatkan bahwa Afghanistan menghadapi tantangan besar dalam menampung jutaan warga yang kembali, terutama karena keterbatasan lapangan pekerjaan, tingginya tingkat kemiskinan, serta dampak bencana alam yang berulang. UNHCR menyebut bantuan bagi warga yang kembali menjadi salah satu kebutuhan kemanusiaan paling mendesak di negara tersebut.

Data UNHCR menunjukkan bahwa sepanjang 2025 hingga awal 2026, ratusan ribu warga Afghanistan kembali dari Iran dan Pakistan, baik secara sukarela maupun karena deportasi. Banyak di antara mereka tiba dengan kondisi ekonomi yang sulit dan membutuhkan dukungan untuk memulai kehidupan baru.

Saat ini Afghanistan masih menjadi salah satu negara dengan populasi pengungsi terbesar di dunia. IIA berulang kali menyerukan kepada warga Afghanistan di luar negeri untuk kembali dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Dengan pembagian 35.000 bidang lahan ini, Kabul berharap proses reintegrasi para pengungsi dapat berjalan lebih cepat sekaligus membantu mempercepat pemulihan ekonomi negara yang selama puluhan tahun dilanda konflik. (hanoum/arrahmah.id)