BADAKHSHAN (Arrahmah.id) - Menteri Rehabilitasi dan Pembangunan Pedesaan, yang mengkritik serangan terbaru rezim militer Pakistan terhadap beberapa wilayah Afghanistan, menyatakan bahwa Islamabad tidak dapat menerima kemajuan dan stabilitas Afghanistan.
Saat berbicara di distrik Wakhan, Badakhshan, Abdul Latif Mansour mengatakan bahwa Imarah Islam berupaya menjalin hubungan dengan negara-negara tetangga di segala bidang berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Abdul Latif Mansour, Menteri Rehabilitasi dan Pembangunan Pedesaan, mengatakan: "Kami menganggap pembunuhan orang Afghanistan secara tidak adil sebagai tindakan terlarang, dan kami juga menganggap pembunuhan orang Pakistan sebagai tindakan terlarang karena mereka adalah sesama Muslim. Menghina dan merendahkan negara-negara Islam juga dilarang dalam Islam. Jadi, bagaimana mungkin Anda menganggap boleh menumpahkan darah orang Afghanistan yang tidak bersalah lalu bersikap acuh tak acuh? Kapan rakyat Afghanistan pernah berhenti menuntut keadilan?"
Ia juga mengatakan bahwa komunitas internasional masih menjaga jarak dengan Imarah Islam dan terkadang menampilkan citra yang ia sebut tidak akurat mengenai kelompok tersebut. Mansour menambahkan bahwa Imarah Islam berupaya menjalin hubungan baik dengan semua negara dan tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa wilayah Afghanistan tidak menjadi ancaman bagi negara mana pun, lansir Tolo News (5/10/2026).
Mansour melanjutkan: "Afghanistan telah berjanji bahwa kami tidak akan membiarkan wilayah kami digunakan untuk melawan negara lain. Oleh karena itu, menggunakan berbagai dalih untuk mengancam pemerintah atau menggambarkan Taliban kepada dunia dengan cara yang mendorong pihak lain untuk menentangnya tidak akan meruntuhkan sistem ini. Saya tegaskan bahwa kami melangkah sesuai dengan syariat, sebagaimana yang kami lakukan saat ini."
Sementara itu, gubernur Badakhshan menepis klaim mengenai situasi keamanan yang tidak stabil di provinsi tersebut; ia menyatakan bahwa keamanan nasional telah terjamin dan tidak ada satu pun wilayah negara yang berada di luar kendali Imarah Islam.
Rahmatullah Najib, gubernur Badakhshan, mengatakan: "Tidak ada pihak yang bisa bergerak melawan kami. Siapa pun yang melakukan tindakan negatif terhadap pemerintah—Anda akan melihatnya sendiri—mereka akan tewas, ditangkap, atau dipermalukan dan dihinakan."
Pernyataan ini muncul di tengah pelanggaran wilayah udara Afghanistan oleh Pakistan sebanyak tiga kali dalam dua minggu terakhir serta serangan terhadap beberapa wilayah negara tersebut, yang menewaskan 16 orang dan melukai 15 orang lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak. (haninmazaya/arrahmah.id)
