WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Kunjungan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat (AS) kembali diwarnai aksi protes. Kali ini, sekelompok aktivis pro-Palestina menerobos hotel tempat Netanyahu sedang menghadiri jamuan makan malam di Washington, DC, sambil meneriakkan tuduhan bahwa pemimpin 'Israel' tersebut bertanggung jawab atas genosida di Gaza.
Dilansir The Jerusalem Post (29/7/2026), para demonstran berhasil memasuki lobi hotel Hotel Four Seasons, Georgetown, pada Selasa (28/9), dan berusaha mendekati area restoran tempat Netanyahu sedang makan malam.
Aksi tersebut berlangsung di tengah pengamanan ketat selama kunjungan Netanyahu ke Washington yang juga mencakup pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump serta sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat. Petugas keamanan hotel, Secret Service, dan aparat kepolisian segera bergerak untuk menghalau dan mengeluarkan para demonstran dari dalam gedung.
Saat digiring keluar, para pengunjuk rasa terus meneriakkan slogan yang ditujukan kepada Netanyahu.
“Bibi, Bibi, kamu tidak bisa bersembunyi! Kamu sedang melakukan genosida!” teriak para demonstran, merujuk pada julukan Netanyahu di Israel. Rekaman video aksi tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan diberitakan oleh sejumlah media internasional.
Aksi di hotel itu merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang lebih luas di Washington selama kunjungan Netanyahu. Ratusan aktivis pro-Palestina menggelar unjuk rasa di sekitar Gedung Putih dan kawasan pemerintahan federal.
Mereka membawa bendera Palestina, memukul drum, serta membentangkan spanduk yang menuntut penghentian dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel dan mendesak pelaksanaan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu.
Salah seorang demonstran yang diwawancarai media mengatakan, “Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang. Tempat yang pantas baginya adalah berada di bawah tahanan ICC, bukan menikmati perlindungan dari uang pajak rakyat Amerika.”
Para demonstran juga menyerukan agar pemerintah Amerika Serikat menghormati proses hukum internasional.
“Kami menuntut pemerintah AS mengikuti surat perintah ICC dan menyerahkan Netanyahu ke pengadilan internasional untuk mempertanggungjawabkan tindakannya terhadap rakyat Palestina,” kata seorang aktivis lain dalam aksi tersebut.
Menurut laporan Anadolu Agency dan Al Jazeera, aksi berlangsung tanpa adanya kontak langsung antara demonstran dan Netanyahu. Pengamanan yang berlapis membuat perdana menteri 'Israel' itu tetap berada di area aman hingga acara makan malam berakhir.
Meski demikian, insiden tersebut menunjukkan besarnya penolakan yang masih dihadapi Netanyahu di sejumlah kota besar Amerika Serikat di tengah berlanjutnya konflik Gaza.
Kunjungan Netanyahu ke Washington terjadi ketika tekanan internasional terhadap pemerintah 'Israel' terus meningkat. Sejumlah negara, organisasi hak asasi manusia, dan kelompok masyarakat sipil menuduh Israel melakukan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional selama operasi militernya di Gaza.
Pemerintah 'Israel' menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa operasi militer dilakukan untuk menghadapi kelompok Hamas serta melindungi keamanan nasional Israel.
Meski demonstrasi berhasil menarik perhatian publik, Netanyahu tidak memberikan komentar langsung terkait aksi di hotel tersebut. Namun insiden itu menambah daftar panjang protes yang mengikuti setiap kunjungan internasionalnya sejak perang Gaza menjadi perhatian utama komunitas internasional. (hanoum/arrahmah.id)
