Memuat...

Konflik Internal Memanas, Ratusan Prajurit 'Israel' Tinggalkan Pangkalan dan Senjata di Sde Teiman

Zarah Amala
Jumat, 31 Juli 2026 / 17 Safar 1448 10:45
Konflik Internal Memanas, Ratusan Prajurit 'Israel' Tinggalkan Pangkalan dan Senjata di Sde Teiman
Israel Hayom melaporkan bahwa sekitar 100 tentara dari Brigade Givati ​​meninggalkan kamp penahanan Sde Teiman, meninggalkan senjata mereka, setelah perselisihan dengan komandan batalion mereka (pers 'Israel').

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Dalam insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya di tubuh militer 'Israel', sekitar 100 prajurit dari Brigade Givati, termasuk para pejuang dan komandan dari Batalion "Tzabar", dilaporkan meninggalkan pangkalan militer Sde Teiman sambil meninggalkan senjata mereka menyusul perselisihan internal dengan komandan batalion, demikian dilansir surat kabar Israel Hayom.

Surat kabar Maariv mengutip sumber militer 'Israel' yang menyebutkan bahwa aksi penarikan diri para tentara tersebut menyebabkan batalion kehilangan kesiapan operasionalnya, padahal satuan itu tengah bersiap untuk bergabung dalam operasi militer di Jalur Gaza dalam waktu dekat.

Pihak militer 'Israel' mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan resmi bahwa sejumlah prajurit dari batalion tempur telah meninggalkan pangkalan tanpa izin dari komandan mereka, seraya menegaskan bahwa peristiwa tersebut sedang dalam proses investigasi. Militer juga menyatakan bahwa apa yang terjadi "tidak sejalan dengan nilai-nilai Pasukan Pertahanan 'Israel' (IDF) dan standar dinas militer."

Menurut sumber militer yang berbicara kepada Maariv, akar permasalahan bermula dari upaya para prajurit senior untuk memaksakan tradisi dan perilaku tertentu di dalam Batalion Tzabar. Hal ini memicu perselisihan internal yang berujung pada aksi pembangkangan oleh puluhan tentara dan perwira yang memilih meninggalkan pangkalan. Sumber tersebut menggambarkan insiden ini sebagai peristiwa luar biasa dan tidak biasa, yang langsung berdampak pada lumpuhnya kemampuan tempur batalion untuk menjalankan misi di Gaza.

Sde Teiman sendiri dikenal sebagai pusat penahanan militer 'Israel' yang memiliki reputasi buruk sejak meletusnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Fasilitas ini kerap menjadi sasaran kecaman internasional dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan media global, menyusul laporan mengenai penahanan warga Palestina dalam kondisi ekstrem, serta dokumentasi pelanggaran sistematis termasuk penyiksaan, penganiayaan fisik dan seksual, hingga kasus kematian tahanan yang memicu seruan investigasi independen. (zarahamala/arrahmah.id)