Memuat...

Satu Kapal Alami Kecelakaan di Selat Hormuz, Teheran Tangguhkan MoU dengan AS

Zarah Amala
Selasa, 28 Juli 2026 / 14 Safar 1448 10:30
Satu Kapal Alami Kecelakaan di Selat Hormuz, Teheran Tangguhkan MoU dengan AS
Iran mengatakan satu kapal terlibat dalam kecelakaan setelah mencoba rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz. (Foto: Cuplikan video, via media sosial)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa sebuah kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui rute tidak resmi mengalami kecelakaan pada Senin (27/7/2026), sementara sejumlah kapal lainnya dipaksa berbalik arah kembali ke Teluk.

Mengutip sumber internal, penyiar tersebut menyatakan bahwa enam kapal berupaya melintasi jalur perairan strategis tersebut pagi hari via rute selatan ilegal atas dorongan militer Amerika Serikat. Akibat tindakan tersebut, satu kapal mengalami insiden kecelakaan, sementara kapal-kapal lainnya dipukul mundur menyusul manajemen navigasi ketat yang diterapkan oleh Iran di selat tersebut. Teheran menegaskan bahwa koridor navigasi yang mereka tetapkan adalah satu-satunya jalur resmi yang aman.

Dalam konferensi pers pada Senin (27/7), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengumumkan bahwa Iran telah menangguhkan komitmennya di bawah nota kesepahaman (MoU) dengan Washington. Langkah ini diambil menyusul apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap kerangka kerja kesepakatan tersebut.

Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan Washington mendikte waktu perang dan damai, serta menyatakan bahwa keputusan Teheran didasarkan sepenuhnya pada kepentingan nasional. Ia juga mengecam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sebagai langkah yang destruktif, sekaligus menuding keterlibatan militer Inggris dan Bulgaria dalam agresi terhadap Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan bahwa koridor navigasi yang ditunjuk Teheran dibentuk demi keselamatan maritim setelah area tersebut sempat tertanam ranjau selama konfik, merujuk pada Pasal 5 MoU yang mengamanatkan pembukaan kembali jalur Hormuz.

Di tengah ketegangan jalur pelayaran, Baghaei mengungkapkan bahwa Iran dan Oman terus menggelar konsultasi teknis dan politik terkait pengelolaan Selat Hormuz. Wakil menteri luar negeri dari kedua negara telah bertemu di Teheran pada Jumat dan Sabtu untuk membahas mekanisme operasional transit maritim yang aman dengan tetap menghormati kedaulatan bersama.

Di sisi lain, Baghaei melayangkan peringatan keras kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pemerintah Eropa menyusul insiden penyerangan terhadap sebuah kapal Iran, dengan menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi konsekuensi yang tak terduga. (zarahamala/arrahmah.id)