MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Pasukan keamanan Somalia berhasil mengalahkan sedikitnya 28 anggota kelompok militan Asy-Syabaab dalam serangkaian operasi militer terkoordinasi di wilayah tengah negara itu.
Operasi yang didukung mitra internasional tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Somalia untuk menekan pengaruh Asy-Syabaab yang dalam beberapa bulan terakhir kembali meningkatkan aktivitasnya di sejumlah wilayah strategis.
Kementerian Informasi Somalia menyatakan, seperti dilansir Hiraan Online (3/6/2026), operasi dilakukan pada awal Juni 2026 di wilayah Hiran dan Middle Shabelle, dua daerah yang selama ini menjadi salah satu basis aktivitas Asy-Syabaab.
Menurut pemerintah, pasukan keamanan menyerang sejumlah lokasi yang digunakan kelompok tersebut untuk berkumpul dan merencanakan serangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan. Sedikitnya 28 militan dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.
Pemerintah Somalia menjelaskan bahwa operasi dilakukan secara terkoordinasi antara angkatan bersenjata, badan intelijen, dan pasukan keamanan lainnya dengan dukungan mitra internasional.
Selain mengalahkan puluhan anggota Asy-Syabaab, operasi itu juga disebut berhasil menggagalkan rencana serangan yang sedang dipersiapkan kelompok tersebut di wilayah tengah Somalia.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah Somalia menyatakan bahwa operasi akan terus dilanjutkan hingga kelompok Asy-Syabaab kehilangan kemampuan untuk mengancam keamanan nasional.
"Pasukan nasional, dengan dukungan mitra internasional, telah melakukan operasi yang berhasil mengalahkan 28 teroris Asy-Syabaab. Operasi serupa akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan rakyat Somalia," demikian pernyataan Kementerian Informasi Somalia.
Operasi terbaru ini berlangsung ketika pemerintah Presiden Hassan Sheikh Mohamud terus mengintensifkan kampanye militer melawan Asy-Syabaab. Sejak tahun 2022, pemerintah Somalia melancarkan operasi besar-besaran yang didukung milisi lokal, pasukan Uni Afrika, serta dukungan intelijen dan serangan udara dari negara-negara mitra. Meski sempat kehilangan banyak wilayah, Asy-Syabaab masih mampu melancarkan serangan mematikan dan mempertahankan pengaruhnya di sejumlah daerah pedesaan.
Menurut Reuters, pada bulan April lalu pasukan Somalia juga mengumumkan keberhasilan operasi yang dihadiri 27 anggota Asy-Syabaab, termasuk sejumlah tokoh penting kelompok tersebut.
Rentetan operasi itu menunjukkan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan tekanan terhadap jaringan militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda tersebut.
Wilayah Hiran dan Middle Shabelle sendiri memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi jalur penghubung menuju ibu kota Mogadishu. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah tersebut sering menjadi lokasi pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan Asy-Syabaab. Penguasaan wilayah-wilayah itu dianggap penting untuk menjaga keamanan ibu kota dan mencegah kelompok militan memperluas operasinya ke wilayah lain.
Pemerintah Somalia menegaskan bahwa operasi kontra-terorisme akan terus ditingkatkan sepanjang tahun 2026. Selain operasi militer, pemerintah juga berupaya memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan dengan mitra negara-negara guna membatasi pergerakan serta sumber pendanaan Asy-Syabaab.
Dengan keberhasilan operasi terbaru yang mengeluarkan sedikitnya 28 militan, Mogadishu berharap dapat menyumbangkan ruang gerak kelompok tersebut dan meningkatkan stabilitas keamanan di negara yang telah dilanda konflik selama puluhan tahun itu. (hanoum/arrahmah.id)
