Memuat...

PBB: 65.000 Orang di Nepal Membutuhkan Bantuan Darurat

Hanin Mazaya
Selasa, 1 September 2026 / 20 Rabiulawal 1448 17:09
PBB: 65.000 Orang di Nepal Membutuhkan Bantuan Darurat
Warga berjalan melewati bangunan-bangunan yang rusak dan tertutup lumpur setelah banjir bandang mematikan dan tanah longsor di dekat Sungai Trishuli di Betrawati Bazaar, distrik Rasuwa, Nepal, 30 Agustus 2026. (Foto: Reuters)

KATHMANDU (Arrahmah.id) - Sekitar 65.000 orang di Nepal membutuhkan bantuan darurat akibat banjir dan longsor yang dahsyat, sementara akses jalan yang terputus menghambat upaya menjangkau masyarakat yang terdampak, demikian disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (1/9/2026).

Juru bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan bahwa akses tetap menjadi tantangan terbesar; jalan-jalan utama di wilayah terdampak ditutup baik secara total maupun sebagian sementara pihak berwenang dan lembaga bantuan terus melakukan penilaian kerusakan.

Sekitar 65.000 orang membutuhkan bantuan darurat berupa air bersih, sanitasi, dan layanan kebersihan, ujar Dujarric dalam taklimat berita harian, sebagaimana dilaporkan oleh Pusat Berita PBB (UN News Center), seperti dilansir SANA.

Lebih dari 22.000 anak membutuhkan layanan perlindungan, sementara diperkirakan 2.600 balita akan membutuhkan perawatan akibat kondisi kekurusan ekstrem. Sekitar 10.500 perempuan hamil dan menyusui juga membutuhkan bantuan gizi.

PBB dan para mitranya bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan skala operasi bantuan. Program Pangan Dunia (WFP) telah mengirimkan hampir 80 metrik ton bahan pangan bagi sekitar 9.200 orang, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka selama 15 hari.

Bencana ini juga mengganggu kegiatan pendidikan. Sembilan belas sekolah terdampak, termasuk sembilan yang hancur total, sementara delapan sekolah lainnya digunakan sebagai tempat penampungan bagi keluarga yang mengungsi. Lebih dari 10.000 anak usia sekolah membutuhkan dukungan psikososial.

Laporan awal mengindikasikan bahwa 107 anak kemungkinan terpisah dari orang tua atau pengasuh mereka, sehingga upaya pelacakan dan penyatuan kembali keluarga menjadi prioritas mendesak. UNICEF menyediakan makanan terapeutik bagi sekitar 500 anak yang menderita gizi buruk akut.

Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di sepanjang perbatasan Cina-Nepal telah meningkat menjadi 955 orang, sementara ribuan lainnya dilaporkan hilang.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa bencana tersebut dipicu oleh peristiwa longsor. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa mencairnya gletser akibat kenaikan suhu meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di seluruh wilayah Himalaya. (haninmazaya/arrahmah.id)