SWEIDA (Arrahmah.id) - Bentrokan dengan kelompok bersenjata lokal di provinsi Sweida, Suriah—yang mayoritas penduduknya adalah penganut Druze—menyebabkan 10 personel keamanan pemerintah terluka, demikian dilaporkan media pemerintah pada Selasa (1/9/2026).
Kericuhan yang terjadi pada Senin (31/8), menyusul tewasnya dua warga sipil dalam bentrokan serupa di sebelah barat kota Sweida, menurut dua sumber keamanan setempat.
Televisi pemerintah Suriah, yang mengutip Komando Keamanan Dalam Negeri di provinsi Sweida, menyatakan bahwa jumlah personel yang terluka bertambah menjadi 10 orang setelah "kelompok pelanggar hukum" menyerang sejumlah titik di kawasan Tal Hadid dan poros Walgha, lansir AFP.
Sebelumnya, media pemerintah melaporkan bahwa empat orang terluka "saat menghadapi serangan oleh kelompok pelanggar hukum di wilayah pedesaan sebelah barat Sweida."
Kota Sweida dan wilayah lain di provinsi selatan tersebut berada di bawah kendali kelompok bersenjata lokal dan merupakan kawasan terakhir yang berada di luar kekuasaan otoritas baru Suriah, yang sedang berupaya memperluas kekuasaan mereka ke seluruh negeri setelah menggulingkan penguasa lama Bashar Assad pada 2024.
Salah satu kelompok tersebut adalah kelompok yang disebut Garda Nasional (National Guard), yang berafiliasi dengan Syekh Druze, Hikmat Al-Hijri.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin malam, kelompok tersebut menuduh pasukan pemerintah "menembakkan sejumlah peluru mortir dan melepaskan tembakan senapan mesin 23mm secara membabi-buta, dengan tujuan mencelakai warga sipil," seraya menambahkan bahwa seorang anak terluka akibat serangan tersebut.
Kelompok itu menyatakan pihaknya "membalas sumber tembakan dengan cara yang tepat."
Pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata Druze telah terlibat baku tembak sejak Sabtu malam, menurut Syrian Observatory for Human Rights pada Ahad.
Seorang sumber keamanan Druze mengatakan kepada AFP dengan syarat anonimitas bahwa sebuah peluru yang ditembakkan pada Ahad dari wilayah yang dikuasai pemerintah "menyasar pinggiran kota Sweida, menghantam sebuah traktor dan menewaskan dua orang di dalamnya, yakni pengemudi dan seorang wanita yang bersamanya."
Ketegangan terus memuncak di Sweida sejak bentrokan antara kelompok Druze dan pasukan yang berpihak pada pemerintah tahun lalu memicu salah satu kekerasan komunal terparah sejak jatuhnya Assad. (haninmazaya/arrahmah.id)
