Memuat...

Polisi Belanda Disorot Setelah Jatuhkan Ibu Hamil Palestina Saat Penangkapan

Hanoum
Selasa, 2 Juni 2026 / 17 Zulhijah 1447 04:06
Polisi Belanda Disorot Setelah Jatuhkan Ibu Hamil Palestina Saat Penangkapan
Tangkapan layar. [Foto: Roya News]

ZEIST (Arrahmah.id) -- Sebuah insiden yang melibatkan polisi Belanda dan seorang perempuan Palestina yang sedang hamil memicu gelombang kemarahan di media sosial serta sorotan internasional.

Peristiwa itu terjadi di sebuah pusat suaka di Zeist, Belanda, ketika polisi melakukan penangkapan terhadap seorang pria Palestina dan terekam menjatuhkan istrinya yang sedang hamil ke lantai.

Rekaman video kejadian tersebut kemudian viral dan memunculkan perdebatan mengenai penggunaan kekuatan oleh aparat kepolisian terhadap pencari suaka.

Dilansir Roya News (29/5/2026), insiden terjadi pada 19 Mei 2026 di pusat penampungan pencari suaka (asylum seekers' centre) di kawasan Kampweg, Zeist, dekat Utrecht.

Menurut keterangan Kepolisian Belanda, petugas saat itu merespons laporan mengenai tindakan perusakan dan dugaan ancaman menggunakan pisau yang melibatkan seorang pria berusia 30 tahun.

Saat proses penangkapan berlangsung, seorang perempuan yang belakangan diketahui merupakan istri pria tersebut mendekati petugas sebelum akhirnya terlibat dalam kericuhan.

Video yang beredar luas memperlihatkan seorang petugas polisi yang membawa anjing dinas menarik lengan perempuan tersebut hingga terjatuh ke lantai.

Dalam rekaman lain, perempuan yang tampak sedang hamil besar itu terlihat terseret saat aparat berusaha mengendalikan situasi. Suaminya kemudian berusaha menghampiri dan terjadi bentrokan dengan petugas sebelum akhirnya ia ditangkap.

Media internasional melaporkan bahwa pasangan tersebut merupakan pengungsi Palestina. Sejumlah laporan menyebut sang suami mengalami tekanan emosional setelah menerima kabar bahwa salah satu anggota keluarganya di Gaza tewas akibat konflik yang masih berlangsung. Namun rincian tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian Belanda.

Perempuan yang menjadi korban dalam insiden tersebut kemudian memberikan kesaksiannya kepada media. Ia mengaku tidak melakukan tindakan yang membahayakan petugas saat kejadian berlangsung.

“Saya hanya ingin mendekati suami saya. Tiba-tiba polisi menarik saya dan menjatuhkan saya ke tanah,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip sejumlah media internasional. Beberapa hari setelah insiden itu, ia melahirkan bayi perempuan secara prematur.

Rekaman video tersebut memicu kecaman dari berbagai kalangan, termasuk aktivis hak asasi manusia, organisasi pendukung pengungsi, dan pengguna media sosial di berbagai negara. Banyak pihak mempertanyakan proporsionalitas tindakan aparat terhadap seorang perempuan yang terlihat tidak membawa senjata dan sedang hamil tua.

Menanggapi kontroversi yang berkembang, Kepolisian Belanda menyatakan bahwa video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian kecil dari keseluruhan peristiwa. Polisi menegaskan petugas menghadapi situasi yang dinilai berpotensi membahayakan dan harus mengambil tindakan cepat untuk menjaga keselamatan semua pihak yang berada di lokasi.

“Gambar yang beredar tidak menunjukkan keseluruhan kejadian. Kami sedang meninjau apakah penggunaan kekuatan oleh petugas sudah sesuai prosedur,” kata juru bicara Kepolisian Belanda.

Otoritas kepolisian juga mengumumkan evaluasi internal terhadap tindakan petugas yang terlibat. Di sisi lain, gelombang kemarahan publik menyebabkan akun media sosial kepolisian dibanjiri komentar bernada kecaman dan ancaman sehingga sejumlah kolom komentar terpaksa dinonaktifkan.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai kebijakan suaka dan migrasi di Belanda. Dalam beberapa bulan terakhir, isu pengungsi menjadi salah satu topik politik paling sensitif di negara tersebut, dengan meningkatnya jumlah pencari suaka dan munculnya berbagai aksi protes terkait keberadaan pusat-pusat penampungan migran.

Hingga kini penyelidikan internal masih berlangsung dan belum ada keputusan resmi terkait kemungkinan pelanggaran prosedur oleh petugas yang terlibat. Namun video yang memperlihatkan seorang perempuan Palestina hamil dijatuhkan ke lantai oleh aparat telah memicu perhatian internasional dan kembali menyoroti perlakuan terhadap pengungsi serta standar penggunaan kekuatan oleh aparat keamanan di Eropa. (hanoum/arrahmah.id)