HERAT (Arrahmah.id) - Menyusul serangan udara AS di pelabuhan Bandar Abbas dan Chabahar di Iran, para importir dan industrialis di Herat menyatakan kekhawatiran mereka tentang nasib barang-barang mereka yang tertahan di kedua pelabuhan tersebut.
Para industrialis mengatakan mereka mengimpor bahan baku dari berbagai negara melalui Bandar Abbas, tetapi karena konflik tersebut, pengiriman mereka telah tertahan di pelabuhan selama berhari-hari dan dapat mengalami kerusakan, lansir Tolo News (19/7/2026).
Industrialis Zalmai Saeedi mengatakan: "Ketika barang-barang kami berada di Bandar Abbas dan rudal menghantam daerah tersebut setiap hari, menyebabkan kebakaran, kami khawatir pengiriman kami akan rusak."
Industrialis lain, Mohammad Naeem Sharifi, mengatakan: "Kami meminta pihak berwenang terkait untuk mempercepat proses bea cukai untuk barang impor agar pengiriman para industrialis dan pedagang tidak tertahan di luar perbatasan di daerah yang menghadapi ancaman keamanan."
Kamar Industri dan Pertambangan Herat mengatakan bahwa karena serangan udara di Bandar Abbas, bahan baku milik sejumlah industrialis Afghanistan tetap tertahan di pelabuhan tersebut.
Para pejabat kamar dagang menyerukan percepatan pemrosesan barang dagangan Afghanistan di pelabuhan Iran.
Abdul Naser Amin, kepala Kamar Industri dan Pertambangan Herat, mengatakan: "Perang di Iran telah memengaruhi kami, dan bahan baku kami tetap tertahan di pelabuhan. Para industrialis terpaksa mengamankan bahan baku mereka melalui jalur alternatif dan mencari koridor transportasi baru."
Analis ekonomi mengatakan transfer barang dagangan melalui pelabuhan Iran harus dipercepat selama konflik.
Mereka mengatakan pemerintah Iran harus menetapkan jalur yang aman untuk memastikan transit barang dagangan Afghanistan yang aman.
Analis ekonomi Azizullah Samee mengatakan: "Karena Iran saat ini menghadapi situasi transit yang tidak stabil, Iran harus, sebisa mungkin, memfasilitasi transportasi barang yang aman yang melewati wilayahnya, memperlakukannya seperti aset nasionalnya sendiri sehingga dapat mencapai tujuan mereka secepat mungkin."
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak pekan lalu, Amerika Serikat telah melakukan beberapa serangan yang menargetkan pelabuhan Bandar Abbas dan Chabahar di Iran selatan.
Kedua pelabuhan tersebut dianggap sebagai jalur transit utama untuk impor Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)
