Memuat...

'Israel' Kosongkan Al-Aqsa, Kompleks Kota Tua Dijaga Ketat Aparat Bersenjata

Hanoum
Selasa, 17 Maret 2026 / 28 Ramadan 1447 04:39
'Israel' Kosongkan Al-Aqsa, Kompleks Kota Tua Dijaga Ketat Aparat Bersenjata
Pemandangan dari drone menunjukkan Kubah Batu di Masjid Al-Aqsa di tengah pembatasan ketat bagi para jamaah yang mengakses tempat suci tersebut, 6 Maret 2026. [Foto: Reuters/Ilan Rosenberg]

YERUSALEM (Arrahmah.id) --  Otoritas 'Israel' dilaporkan mengosongkan kawasan Masjid Al-Aqsa dari jamaah dan memperketat penjagaan militer di sekitar kompleks suci tersebut di Yerusalem Timur. Penutupan dan pengerahan pasukan bersenjata dalam jumlah besar membuat kawasan Kota Tua di sekitar masjid berubah menjadi zona keamanan yang dijaga ketat aparat 'Israel'.

Dilansir WAFA Agency (16/3/2026), akses ke kompleks Masjid Al-Aqsa ditutup bagi jamaah selama berhari-hari, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional. Otoritas 'Israel' menutup gerbang dan membatasi masuknya warga Palestina ke lokasi tersebut dengan alasan keamanan terkait konflik yang lebih luas di kawasan.

Akibat pembatasan itu, kawasan masjid yang biasanya dipadati puluhan ribu jamaah pada bulan Ramadhan terlihat kosong. Laporan media internasional bahkan menyebut untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, malam Lailatul Qadar di kompleks Al-Aqsa berlangsung tanpa kehadiran jamaah karena akses ditutup oleh aparat keamanan.

Pemerintah lokal Palestina di Yerusalem menyatakan pengerahan ratusan tentara dan polisi 'Israel' di sekitar kompleks serta gang-gang Kota Tua menjadikan kawasan tersebut menyerupai “barak militer”. Pos pemeriksaan, patroli bersenjata, dan pembatasan ketat diberlakukan di berbagai pintu masuk menuju kompleks suci tersebut.

Penutupan Al-Aqsa menuai kecaman dari sejumlah negara Arab dan organisasi internasional. Delapan negara Arab dan Islam, termasuk Yordania, Turki, dan Arab Saudi, mengecam pembatasan tersebut dan menilai langkah itu melanggar hukum internasional serta status historis tempat ibadah yang seharusnya terbuka bagi umat Muslim.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kompleks yang berada di Kota Tua Yerusalem itu juga menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina, di mana pembatasan akses atau pengerahan pasukan sering memicu ketegangan regional dan kecaman internasional.

Ketegangan di sekitar Al-Aqsa meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya operasi militer 'Israel' di wilayah Palestina serta konflik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk perang yang melibatkan Israel dan Iran. Situasi tersebut membuat kawasan Yerusalem kembali menjadi titik panas yang diawasi ketat oleh komunitas internasional. (hanoum/arrahmah.id)