Memuat...

Serbu Asrama di Ramallah, Tentara 'Israel' Seret 4 Mahasiswi Universitas Birzeit ke Penjara

Zarah Amala
Kamis, 4 Juni 2026 / 19 Zulhijah 1447 10:15
Serbu Asrama di Ramallah, Tentara 'Israel' Seret 4 Mahasiswi Universitas Birzeit ke Penjara
Tentara 'Israel' menangkap 4 gadis Palestina setelah menggerebek asrama mahasiswa di Universitas Birzeit (platform media sosial).

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Pasukan militer 'Israel' (IDF) meluncurkan operasi penangkapan skala besar yang menyasar para akademisi muda Palestina pada Selasa fajar (2/6/2026). Dalam operasi tersebut, empat perempuan yang berstatus sebagai mahasiswi aktif dan alumni Universitas Birzeit ditangkap setelah rumah serta asrama mereka di berbagai wilayah Provinsi Ramallah, Tepi Barat, digeledah secara paksa.

Melalui rilis resmi di akun media sosialnya, pihak manajemen Universitas Birzeit mengonfirmasi identitas keempat akademisi yang ditahan, yaitu: Golan Abu Awad, Natalie Abu Diya, Sama Safi, serta seorang alumni bernama Layla Nael Khalil. Pihak kampus mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai bagian dari kebijakan sistematis 'Israel' untuk melumpuhkan institusi pendidikan Palestina serta merampas hak mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi mereka.

Kronologi Penggerebekan di Berbagai Titik Distrik

Berdasarkan laporan dari saksi mata dan sumber lokal, operasi penyerbuan oleh pasukan infanteri militer 'Israel' berlangsung secara simultan di beberapa lokasi. Golan Abu Awad ditangkap setelah pasukan militer merangsek masuk dan menggeledah kompleks perumahan asrama mahasiswi di Kota Birzeit, sebelah utara Ramallah.

Natalie Abu Diya ditangkap di kediaman keluarganya di Kota Birzeit. Pihak otoritas menyita dokumen akademik dan menggeledah isi rumah. Pasukan IDF menggerebek rumah keluarga Layla Nael Khalil di kota Beitunia, sebelah barat Ramallah, sebelum membawanya ke lokasi penahanan yang tidak diketahui.

Sementara Sama Safi ditangkap di Kota Ramallah setelah tentara menggeledah dan merusak sebagian perabotan di dalam rumah orang tuanya.

Kasus penahanan ini menarik perhatian luas setelah Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) merilis pernyataan resmi. PFA mengungkapkan bahwa salah satu mahasiswi yang ditangkap, Natalie Abu Diya, yang menempuh studi di Departemen Jurnalisme Universitas Birzeit, merupakan mantan pemain Tim Nasional Sepak Bola Putri Palestina.

PFA memberikan gambaran simbolis mengenai situasi penangkapan Natalie di asramanya, di mana ia dipaksa ikut oleh tentara tak lama setelah menyelesaikan tugas kuliahnya.

"Otoritas pendudukan menangkapnya dan meninggalkan buku catatan kuliah serta pena yang ia gunakan untuk menulis tugas akademisnya beberapa saat sebelum ditangkap," tulis pernyataan resmi PFA, menyoroti bagaimana hak pendidikan dan olahraga para mahasiswi ini diputus secara paksa.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi hak asasi manusia di Tepi Barat menilai bahwa penangkapan intensif terhadap faksi-faksi organisasi mahasiswa di universitas-universitas Palestina bertujuan untuk memicu ketakutan (teror psikologis) serta membatasi peran kampus sebagai ruang kebebasan berekspresi dan aktivitas politik mahasiswa.

Berdasarkan data statistik mutakhir yang dirilis oleh Perhimpunan Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club), jumlah tahanan perempuan Palestina yang mendekam di dalam jeruji besi Israel saat ini telah mencapai 89 orang. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total lebih dari 9.600 warga Palestina yang ditahan oleh otoritas 'Israel', di mana sekitar 350 orang di antaranya adalah anak-anak di bawah umur. (zarahamala/arrahmah.id)