Memuat...

Trump Minta Negara Teluk Bayar Biaya Perlindungan AS

Hanoum
Jumat, 17 Juli 2026 / 3 Safar 1448 06:28
Trump Minta Negara Teluk Bayar Biaya Perlindungan AS
Donald Trump. [Foto: X]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait hubungan Washington dengan negara-negara Teluk. Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas di media sosial dan kembali menjadi sorotan dalam pembahasan kebijakan Timur Tengah, Trump menegaskan bahwa negara-negara kaya di kawasan Teluk harus memberikan kompensasi kepada Amerika Serikat karena selama ini mendapat perlindungan keamanan dari Washington.

Dilansir Sky News (17/6/2026), pernyataan tersebut memunculkan perdebatan mengenai masa depan kemitraan strategis AS dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, Kuwait, dan negara-negara sekutu lainnya.

Trump menyampaikan pernyataan itu saat membahas biaya yang ditanggung Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, negara-negara Teluk merupakan kawasan yang sangat kaya dan telah lama mendapatkan manfaat dari kehadiran militer AS. Ia menilai sudah saatnya sekutu-sekutu Washington di kawasan tersebut ikut menanggung biaya perlindungan yang diberikan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, "Saya ingin biaya kami ditanggung karena kami melindungi kawasan yang sangat kaya di dunia. Ambil lima negara ini sebagai contoh: Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Kami tidak membutuhkan minyak mereka. Kami memiliki lebih banyak minyak daripada negara mana pun. Namun kami membutuhkan kompensasi itu karena kami melindungi sekutu-sekutu kami."

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah, termasuk konflik antara Iran dan 'Israel' serta ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Dalam laporan Sky News, pemerintahan Trump sebelumnya juga menekankan pentingnya kontribusi finansial dari negara-negara sekutu untuk mendukung operasi keamanan dan pertahanan Amerika Serikat di luar negeri.

Pernyataan serupa pernah disampaikan Trump pada masa jabatan pertamanya ketika ia meminta negara-negara anggota NATO dan sekutu regional meningkatkan kontribusi pertahanan mereka.

Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, dan Kuwait hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan terbaru Trump tersebut.

Namun, negara-negara Teluk selama beberapa dekade diketahui menjadi tuan rumah bagi berbagai fasilitas militer Amerika Serikat yang berperan penting dalam operasi keamanan regional, termasuk pengamanan jalur perdagangan energi dunia dan penangkalan ancaman dari kelompok bersenjata maupun negara-negara yang dianggap mengancam stabilitas kawasan. (hanoum/arrahmah.id)