DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah mengambil langkah baru untuk memperkuat sistem keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi pascaperang dengan menggandeng Citibank dalam pembahasan mekanisme kliring dolar AS dan pengembangan hubungan perbankan internasional.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Damaskus untuk menghubungkan kembali sektor perbankannya dengan sistem keuangan global setelah bertahun-tahun terisolasi akibat konflik dan sanksi internasional.
Dilansir SANA (16/7/2026), Bank Sentral Suriah pada Rabu (16/7) menggelar lokakarya bersama Citibank di Damaskus yang membahas praktik perbankan internasional, layanan correspondent banking (bank koresponden), serta mekanisme kliring transaksi dalam dolar AS.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bank Sentral Suriah Mohammad Safwat Raslan, perwakilan Citibank, serta pejabat dari Kementerian Keuangan Suriah.
Langkah ini dilakukan ketika pemerintah Presiden Ahmad asy-Syaraa berupaya memulihkan kepercayaan investor dan membangun kembali infrastruktur keuangan negara.
Sistem kliring dolar memungkinkan bank-bank di Suriah melakukan transaksi internasional dengan lebih cepat dan efisien, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap perdagangan dan investasi global.
Dalam pernyataan resminya, Bank Sentral Suriah menjelaskan bahwa lokakarya tersebut difokuskan pada penerapan standar internasional terbaik dalam sektor perbankan.
Gubernur Bank Sentral Suriah Mohammad Safwat Raslan menegaskan pentingnya kerja sama tersebut bagi modernisasi sistem keuangan nasional. Ia menyatakan bahwa penguatan hubungan dengan lembaga keuangan internasional merupakan bagian dari strategi reformasi sektor perbankan Suriah.
Seorang pejabat Bank Sentral Suriah yang dikutip media pemerintah SANA menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.
"Lokakarya ini membahas praktik terbaik perbankan internasional, hubungan perbankan koresponden, dan mekanisme kliring dolar AS sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor keuangan dan infrastruktur pembayaran Suriah," kata pernyataan resmi Bank Sentral Suriah.
Menurut laporan SP Today, pembahasan mengenai kliring dolar menjadi salah satu isu penting karena transaksi lintas negara selama ini masih menghadapi berbagai hambatan akibat terbatasnya hubungan perbankan internasional Suriah.
Dengan keterlibatan Citibank, pemerintah berharap bank-bank domestik dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap jaringan pembayaran global dan sistem penyelesaian transaksi internasional.
Citibank sendiri merupakan salah satu jaringan perbankan internasional terbesar di dunia yang memiliki pengalaman luas dalam layanan kliring dolar dan pembayaran lintas batas. Teknologi kliring dolar yang dikembangkan Citi saat ini digunakan oleh ratusan lembaga keuangan di berbagai negara untuk mempercepat transaksi internasional dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran global.
Langkah Suriah menggandeng Citibank dipandang sebagai sinyal bahwa Damaskus berupaya kembali terintegrasi dengan sistem keuangan internasional. Jika proses tersebut berjalan lancar, para pelaku usaha berharap akses terhadap pembiayaan, perdagangan internasional, dan investasi asing dapat meningkat, sehingga membantu mempercepat pemulihan ekonomi negara yang selama lebih dari satu dekade dilanda konflik. (hanoum/arrahmah.id)
