LONDON (Arrahmah.id) -- Kepolisian antiteror Inggris menangkap 12 orang yang diduga terlibat dalam rencana ancaman terhadap sebuah acara besar Jamaah Tabligh di Suffolk, Inggris. Penangkapan dilakukan dalam operasi serentak setelah aparat menerima informasi intelijen mengenai potensi aksi kekerasan yang ditujukan kepada kegiatan keagamaan Islam yang diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu peserta dari berbagai negara.
Counter Terrorism Policing (CTP) London dalam keterangannya menyebutkan, seperti dilansir Sky News (13/7/2026), bahwa operasi dilakukan pada Sabtu dan Ahad waktu setempat di sejumlah wilayah Inggris.
Dua belas tersangka yang berusia antara 20 hingga 50 tahun ditahan berdasarkan Undang-Undang Terorisme setelah penyidik menemukan indikasi adanya ancaman terhadap pertemuan tahunan Jamaah Tabligh yang akan digelar di Wherstead Park, Suffolk.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan ekstremisme sayap kanan. Aparat keamanan menduga mereka tengah merencanakan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan peserta maupun mengganggu jalannya acara yang dikenal sebagai salah satu pertemuan keagamaan Muslim terbesar di Inggris tersebut.
Kepala Counter Terrorism Policing London, Dominic Murphy, menegaskan bahwa operasi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
"Kami bertindak cepat setelah menerima informasi yang mengindikasikan adanya ancaman terhadap sebuah acara keagamaan. Keselamatan publik adalah prioritas utama kami dan penyelidikan masih terus berlangsung," kata Murphy dalam pernyataan resminya.
Menurut kepolisian, sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi penggerebekan, termasuk perangkat elektronik dan dokumen yang kini sedang diperiksa oleh penyidik. Hingga saat ini aparat belum mengungkap identitas para tersangka maupun rincian spesifik mengenai bentuk ancaman yang sedang diselidiki.
Pihak penyelenggara Jamaah Tabligh menyatakan tetap melanjutkan agenda kegiatan sesuai jadwal dengan koordinasi penuh bersama aparat keamanan. Mereka mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengantisipasi potensi ancaman serta memastikan keamanan para peserta yang datang dari berbagai wilayah Inggris maupun luar negeri.
Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya perhatian aparat Inggris terhadap aktivitas kelompok ekstrem kanan. Dalam beberapa tahun terakhir, badan keamanan Inggris berulang kali memperingatkan bahwa ancaman terorisme tidak hanya berasal dari kelompok ekstremis berbasis agama, tetapi juga dari jaringan sayap kanan radikal yang menargetkan kelompok minoritas, termasuk komunitas Muslim.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi tidak menutup kemungkinan adanya penangkapan tambahan apabila ditemukan keterlibatan pihak lain dalam dugaan rencana serangan tersebut. Sementara itu, pengamanan di sekitar lokasi acara Jamaah Tabligh diperketat untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung aman dan kondusif. (hanoum/arrahmah.id)
