PARIS (Arrahmah.id) -- Ratusan warga dievakuasi dari kawasan Sarcelles, pinggiran utara Paris, Prancis, setelah aparat menemukan sejumlah senjata di dalam sebuah kendaraan yang terparkir tidak jauh dari sebuah sinagoge. Temuan tersebut memicu operasi keamanan besar-besaran dan penyelidikan antiteror karena lokasi penemuan berada di kawasan yang dikenal memiliki komunitas Yahudi terbesar di wilayah Paris.
Dilansir France24 (13/7/2026), polisi menemukan sebuah kendaraan mencurigakan yang di dalamnya terdapat senjata api, amunisi, dan perlengkapan militer lainnya pada Ahad (12/7) waktu setempat di Sarcelles, Departemen Val-d'Oise. Sebagai langkah pengamanan, aparat segera menutup area sekitar dan mengevakuasi ratusan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
Menurut otoritas Prancis, kendaraan tersebut ditemukan di dekat sebuah sinagoge yang pada saat kejadian sedang digunakan untuk kegiatan keagamaan. Kehadiran senjata di lokasi sensitif itu membuat aparat antiteror mengambil alih penyelidikan guna memastikan apakah terdapat rencana serangan yang menargetkan komunitas Yahudi setempat.
Jaksa antiteror Prancis dalam pernyataannya menyebut penyelidikan dibuka untuk mengungkap asal-usul senjata dan kemungkinan motif di balik keberadaannya di dekat rumah ibadah tersebut. Hingga kini, aparat masih memeriksa pemilik kendaraan dan menelusuri apakah ada keterkaitan dengan jaringan ekstremis atau kelompok kriminal.
Wali Kota Sarcelles, Patrick Haddad, mengatakan langkah evakuasi dilakukan demi menjamin keselamatan masyarakat.
"Prioritas kami adalah melindungi warga. Begitu informasi mengenai keberadaan senjata diterima, aparat segera mengamankan area dan melakukan evakuasi sebagai tindakan pencegahan," ujarnya kepada media Prancis.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau memantau langsung perkembangan kasus tersebut. Pemerintah Prancis menegaskan bahwa segala bentuk ancaman terhadap tempat ibadah akan ditangani dengan serius, terutama di tengah meningkatnya kewaspadaan keamanan nasional menyusul berbagai insiden yang menargetkan komunitas agama dalam beberapa tahun terakhir.
The times of Israel melaporkan bahwa tim penjinak bom dan unit antiteror turut dikerahkan ke lokasi. Setelah pemeriksaan menyeluruh dilakukan, sebagian warga yang dievakuasi mulai diizinkan kembali ke rumah mereka. Namun, garis polisi masih dipasang di sekitar area penemuan kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. (hanoum/arrahmah.id)
