Memuat...

Lindsey Graham Meninggal Dunia Usia 71 Tahun, Senator AS Pendukung Kuat 'Israel' dan Sekutu Trump

Samir Musa
Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharam 1448 21:57
Lindsey Graham Meninggal Dunia Usia 71 Tahun, Senator AS Pendukung Kuat 'Israel' dan Sekutu Trump
Senator AS Lindsey Graham adalah sekutu setia Israel [File: Elizabeth Frantz/Reuters]

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Senator Partai Republik Amerika Serikat Lindsey Graham, salah satu pendukung kuat "Israel" di Senat AS dan sekutu dekat Presiden Donald Trump, meninggal dunia pada usia 71 tahun.

Kabar wafatnya Graham disampaikan oleh direktur komunikasi kantornya melalui unggahan di platform X pada Minggu pagi. Ia disebut meninggal pada Sabtu malam setelah mengalami sakit mendadak yang berlangsung singkat.

"Keluarga Senator Graham menghargai doa-doa yang diberikan dan meminta privasi dalam masa yang sangat sulit ini," kata kantor Graham dalam pernyataannya.

Graham terpilih menjadi anggota Senat AS pada 2002 dan kembali terpilih pada 2008, 2014, serta 2020. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari distrik kongres ketiga Carolina Selatan pada 1994.

Graham dan Netanyahu

Dalam karier politiknya, Graham pernah menjabat sebagai Ketua Komite Anggaran Senat. Ia juga menjadi anggota Komite Alokasi Senat, Komite Kehakiman Senat, serta Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senat.

Graham dikenal sebagai tokoh politik yang mendukung kebijakan luar negeri agresif AS. Ia merupakan pendukung kuat invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 dan telah lama mendorong tindakan militer terhadap Iran.

Situs resminya menyebut Graham secara konsisten mendorong kebijakan dalam "Perang Melawan Teror" yang dianggap melindungi kepentingan keamanan nasional jangka panjang AS.

Ia juga dikenal sebagai pendukung utama "Israel" dan mendukung kebijakan Presiden Donald Trump dalam konflik melawan Iran.

Kementerian Pertahanan "Israel" menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Graham pada Minggu pagi. Mereka menyebut Graham sebagai sosok yang "berdiri bersama Israel dalam masa tersulitnya".

Pada 2016, Graham sempat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari Partai Republik, namun mengundurkan diri sebelum pemilihan pendahuluan dimulai. Saat itu ia dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Trump. Namun, setelah Trump menjadi presiden, Graham berubah menjadi salah satu pendukung terkuatnya di Kongres.

Sebelum terjun ke dunia politik, Graham bertugas lebih dari enam tahun sebagai pengacara Angkatan Udara AS. Pada 1995, ia bergabung dengan pasukan cadangan Angkatan Udara dan mengabdi selama 20 tahun sebelum pensiun dengan pangkat kolonel.

(Samirmusa/arrahmah.id)