GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, mengungkapkan rincian taktik militer inovatif yang digunakan para pejuangnya di kota Beit Hanoun, Gaza utara. Dalam sebuah rekaman video terbaru yang dirilis untuk mengenang gugurnya Mehdi Nasser, wakil komandan faksi di Batalion Beit Hanoun, Al-Qassam menunjukkan bagaimana mereka mengubah sisa-sisa kehancuran perang menjadi senjata mematikan.
Video tersebut memperlihatkan kemampuan pejuang Al-Qassam dalam beradaptasi dengan kondisi kehancuran total di Beit Hanoun. Salah satu taktik rekayasa yang menonjol adalah pengumpulan proyektil, bom, dan rudal milik militer Israel yang gagal meledak di lingkungan pemukiman. Para pejuang kemudian melakukan modifikasi teknis untuk memicu kembali bahan peledak tersebut dan mengubahnya menjadi bom ranjau yang digunakan untuk menargetkan kendaraan serta personel pasukan Israel yang melakukan infiltrasi.
Selain rekayasa senjata, rekaman tersebut mendokumentasikan pemanfaatan taktis tumpukan puing bangunan yang tersebar di seluruh penjuru kota. Reruntuhan tersebut digunakan oleh para pejuang sebagai perlindungan untuk kamuflase dan mobilitas di atas permukaan tanah, memungkinkan mereka mencapai titik-titik strategis untuk mengepung pasukan 'Israel'.
Dari posisi-posisi tersebut, pejuang Al-Qassam melancarkan serangan presisi menggunakan rudal anti-tank dan senapan ringan dalam pertempuran jarak dekat. Dalam salah satu adegan yang mencerminkan keberhasilan taktik ini, mendiang Mehdi Nasser terlihat di dalam jaringan terowongan setelah melakukan serangan sukses, sambil berkata kepada rekan-rekannya: "Kita beri mereka pelajaran hari ini, para tentara ('Israel') berteriak di atas sana."
Video ini juga menyoroti sosok Mehdi Nasser, yang menjabat sebagai wakil komandan faksi. Rekaman tersebut menampilkan cuplikan pelatihan militer intensif yang ia jalani sebelum pertempuran Banjir al-Aqsha, serta kehidupan sehari-hari dan ketahanan para pejuang di dalam jaringan terowongan selama berbulan-bulan pertempuran darat yang sengit.
Dalam pesan wasiat yang terekam sebelum gugur pada akhir 2024, Nasser menyatakan dedikasinya untuk Palestina dan jalan perjuangan yang ditempuh rekan-rekannya yang telah gugur terlebih dahulu. Pihak Al-Qassam mengungkapkan bahwa seluruh pejuang yang wajahnya terlihat dalam rekaman tersebut kini telah gugur setelah terlibat dalam pertempuran hebat yang menewaskan dan melukai puluhan tentara 'Israel' di poros Beit Hanoun, sebuah wilayah perbatasan yang kini hampir hancur total akibat serangan masif.
Tayangan ini merupakan bagian dari seri "Aqmar al-Tufan" (Bulan-bulan Banjir), sebuah dokumentasi visual yang diproduksi oleh Brigade Al-Qassam untuk mengabadikan perjalanan dan pengorbanan para komandan serta pejuang yang gugur dalam pertempuran sejak akhir 2023. (zarahamala/arrahmah.id)
