Memuat...

IRGC Ancam AS, Armada Laut Amerika Dekati "Jam Nol" Operasi Militer Iran

Zarah Amala
Sabtu, 18 Juli 2026 / 4 Safar 1448 10:45
IRGC Ancam AS, Armada Laut Amerika Dekati "Jam Nol" Operasi Militer Iran
Pejabat IRGC mengatakan Iran mungkin akan memamerkan sistem angkatan laut canggih. (Foto: Tasnim/Wikimedia)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras pada Jumat (17/7/2026) bahwa armada Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan regional kini mendekati "jam nol" bagi dimulainya operasi militer Iran. Ancaman ini dilontarkan di tengah berlanjutnya serangan AS terhadap infrastruktur sipil di Iran selatan dan meluasnya serangan balasan Iran ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Melalui komando angkatan lautnya, IRGC menegaskan bahwa pergerakan dan peralatan militer AS di perairan regional kini berada di bawah pengawasan penuh dan terus-menerus. "Setiap saat, mereka semakin dekat menuju jam nol dimulainya operasi kami terhadap unit-unit angkatan laut Komando Pusat AS (CENTCOM)," tulis pernyataan resmi IRGC.

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan bahwa operasi militer Iran tidak akan berhenti sampai situasi di sepanjang garis pantai selatan Iran kembali tenang.

"Pengeboman yang efektif dan terukur terhadap musuh akan terus berlanjut dari seluruh penjuru negeri sampai ketenangan kembali ke pantai selatan dan Selat Hormuz," ujar Mousavi. Ia menegaskan bahwa seluruh wilayah Iran, dari Teheran hingga wilayah selatan, bersatu dalam satu komando untuk menghadapi serangan tersebut.

Pernyataan keras Iran muncul menyusul laporan serangan AS pada hari Jumat yang menyasar sejumlah infrastruktur sipil. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa rudal AS telah menghancurkan menara pemantau maritim di pelabuhan Chabahar secara total.

Pihak Teheran menyatakan menara tersebut merupakan fasilitas krusial untuk mengatur lalu lintas laut dan mengoordinasikan operasi penyelamatan bagi nelayan di sepanjang pantai tenggara. Selain menara, Iran melaporkan serangan AS di lokasi lain, termasuk bandara, stasiun kereta api, dan dua jembatan di Iran selatan, yang dilaporkan menewaskan tiga warga sipil. Teheran menuduh Washington telah melanggar hukum internasional dengan menargetkan infrastruktur non-militer.

Sebagai tanggapan, IRGC mengumumkan telah melancarkan gelombang kesebelas Operasi Nasr 2. Serangan ini menargetkan pusat komando operasi khusus AS di al-Tanf, Suriah tenggara. Iran juga mengklaim telah melakukan serangan ke pangkalan militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid (Qatar) dan Pangkalan Udara Al Azraq (Yordania).

Ketegangan ini menandai eskalasi baru yang signifikan, di mana Washington terus menekan wilayah selatan Iran, sementara Teheran secara aktif memperluas jangkauan serangan rudal dan drone-nya terhadap pangkalan militer serta fasilitas strategis AS di seluruh wilayah Asia Barat. (zarahamala/arrahmah.id)