Memuat...

AS Umumkan Blokade Laut terhadap Iran Mulai Selasa Malam

Zarah Amala
Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharam 1448 10:01
AS Umumkan Blokade Laut terhadap Iran Mulai Selasa Malam
Presiden Donald Trump juga mengatakan AS akan mengenakan biaya 20% pada semua kargo yang melewati Selat Hormuz (NurPhoto via Getty Images)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik didih baru setelah Amerika Serikat mengumumkan rencana penerapan blokade laut total terhadap seluruh pelabuhan Iran. Pengumuman ini muncul tepat pada hari ke-27 sejak ditandatanganinya nota kesepahaman antara Washington dan Teheran, serta menandai hari ke-136 sejak konflik bersenjata pecah di wilayah tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington akan menerapkan kembali blokade laut terhadap Iran. Presiden Trump menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya AS untuk mendapatkan kembali biaya operasional atas perlindungan keamanan yang diberikan di Selat Hormuz.

Angkatan Laut Amerika Serikat menetapkan bahwa blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran akan resmi dimulai hari ini (14/7/2026) pukul 20.00 GMT. Kebijakan ekstrem ini menyusul putaran baru serangan udara militer AS yang diluncurkan terhadap target-target di dalam wilayah Iran.

Keputusan untuk memperketat tekanan militer ini dipicu oleh laporan dari Departemen Pertahanan Uni Emirat Arab yang menyatakan bahwa dua kapal tanker milik mereka telah menjadi sasaran serangan dua rudal Iran di dekat Selat Hormuz. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran internasional akan keselamatan jalur perdagangan energi dunia.

Menanggapi langkah agresif Washington, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan menantang. Pihak Iran menegaskan bahwa mereka akan terus menjalankan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz. IRGC bahkan menyatakan akan memaksa "kekuatan asing dan sekutu-sekutunya untuk menyerah" dalam menghadapi situasi ini.

Langkah saling tekan yang semakin tajam ini menandakan bahwa kesepakatan damai yang dicapai kurang dari sebulan lalu kini telah runtuh sepenuhnya. Situasi di kawasan Teluk kini berada dalam kondisi sangat genting, dengan potensi konfrontasi militer skala penuh yang mengancam stabilitas global dan jalur pelayaran internasional. (zarahamala/arrahmah.id)