Memuat...

Iran Hentikan Kepatuhan pada Nota Kesepahaman AS, Tuding Washington Langgar Komitmen

Zarah Amala
Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharam 1448 10:22
Iran Hentikan Kepatuhan pada Nota Kesepahaman AS, Tuding Washington Langgar Komitmen
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. (Foto: IRNA)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Iran secara resmi mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi memenuhi kewajibannya dalam nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan dengan Amerika Serikat. Keputusan ini diambil menyusul tuduhan Teheran bahwa Washington terus melakukan pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati bersama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan dalam konferensi pers pada Senin (13/7/2026) bahwa perjanjian yang ditandatangani pada 17 Juni lalu kini telah memasuki "fase krisis". Ia menegaskan bahwa eskalasi militer terbaru yang dilakukan AS terhadap wilayah dan infrastruktur Iran menjadi penyebab utama retaknya kesepakatan tersebut.

"Kami telah mengatakan sejak awal bahwa ini adalah soal komitmen dibalas komitmen. Jika pihak lain mematuhi komitmennya, kami juga akan memenuhi komitmen kami," ujar Baqaei. Ia menegaskan bahwa selama Washington terus melanggar ketentuan yang telah disepakati, Iran akan menahan diri dari kewajiban yang telah mereka ambil.

Pengumuman ini muncul setelah AS meluncurkan serangkaian serangan baru ke wilayah selatan Iran, termasuk menargetkan pelabuhan strategis di Chabahar dan Bandar Abbas, serta infrastruktur di Bushehr dan Hormozgan. Kementerian Luar Negeri Iran mengeklaim bahwa Washington telah melanggar hampir seluruh poin dalam nota kesepahaman tersebut dengan menyerang fasilitas transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, hingga situs meteorologi.

Tehran juga menuding AS telah mencampuri pengaturan navigasi di Selat Hormuz yang memicu kembali ketidakamanan di jalur perdagangan vital tersebut. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut sudah berakhir, meskipun ia mengisyaratkan bahwa dialog dengan Iran masih bisa dilanjutkan.

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran telah meluncurkan operasi militer yang menargetkan pangkalan AS, sistem radar, depot bahan bakar, dan fasilitas logistik di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Baqaei menekankan bahwa operasi ini hanya terbatas pada lokasi militer AS yang digunakan untuk meluncurkan serangan terhadap Iran.

"Kami tidak menyerang negara mana pun di kawasan ini, dan kami tidak akan menyerang mereka," tegas Baqaei. Namun, ia memperingatkan bahwa wilayah mana pun yang digunakan oleh pasukan AS untuk menyerang Iran akan menjadi sasaran tindakan pertahanan.

Meski konfrontasi militer semakin luas, Baqaei menegaskan bahwa jalur diplomasi belum tertutup. Iran dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan pejabat Qatar dan Oman dalam beberapa hari terakhir, serta tetap menjaga komunikasi dengan Pakistan sebagai mediator utama.

Saat ini, posisi Iran secara formal masih mengakui keberadaan kesepakatan tersebut, namun secara efektif nota kesepahaman itu telah ditangguhkan hingga ada jaminan kepatuhan timbal balik dari pihak Amerika Serikat. (zarahamala/arrahmah.id)