Memuat...

Eskalasi di Selat Hormuz: Kapal Tanker UEA Diserang, Teheran Tuding Amerika Serikat

Zarah Amala
Selasa, 5 Mei 2026 / 18 Zulkaidah 1447 10:13
Eskalasi di Selat Hormuz: Kapal Tanker UEA Diserang, Teheran Tuding Amerika Serikat
Kapal tanker minyak itu menjadi sasaran di area Selat Hormuz, sebelah utara pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab (Al Jazeera).

ABU DHABI (Arrahmah.id) - Ketegangan keamanan di kawasan Teluk meningkat tajam pada Senin (4/5/2026) setelah sebuah kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab (UEA), ADNOC, dilaporkan diserang oleh dua pesawat nirawak (drone) saat melintasi Selat Hormuz. Otoritas UEA mengecam tindakan tersebut sebagai aksi pembajakan yang mengancam stabilitas regional dan keamanan energi global.

Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 mengenai kebebasan navigasi laut.

Selain insiden tanker, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa mereka telah mencegat 15 rudal dan 4 pesawat nirawak yang diluncurkan dari arah Iran, yang mengakibatkan tiga orang terluka.

Sebelumnya, badan operasi perdagangan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal tanker telah terkena proyektil tidak dikenal di perairan 145 kilometer di utara pelabuhan Fujairah.

Bantahan Iran

Di sisi lain, seorang pejabat militer Iran yang dikutip oleh televisi pemerintah Iran membantah keras tuduhan tersebut. Teheran menegaskan tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA atau fasilitas di pelabuhan Fujairah. Pihak Iran justru menuding Amerika Serikat berada di balik insiden ini.

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, melalui akun media sosialnya menuliskan frasa "FALSE FLAG" (operasi palsu), yang mengisyaratkan bahwa serangan tersebut adalah rekayasa untuk menyudutkan Iran.

Sebelumnya, kantor berita Iran Tasnim melaporkan adanya peringatan dari sumber militer bahwa "ketidakamanan bagi UEA adalah racun yang mematikan," dan mengancam bahwa kepentingan UEA tidak akan aman jika negara tersebut mengambil tindakan yang dianggap irasional.

Sejumlah negara Arab, termasuk Qatar, Mesir, Yordania, dan Suriah, secara resmi mengutuk serangan terhadap kapal tanker tersebut. Mereka menekankan pentingnya menjaga jalur navigasi laut internasional dari ancaman tindakan militer atau gangguan apa pun.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab secara resmi atas serangan tersebut. Situasi di kawasan ini tetap berada dalam status siaga tinggi di tengah saling tuduh antara pihak yang bertikai mengenai tanggung jawab atas terganggunya keamanan maritim di jalur distribusi energi paling vital di dunia ini. (zarahamala/arrahmah.id)