BIHAR (Arrahmah.id) -- Ikan berukuran besar dan tidak biasa muncul di sejumlah wilayah Bihar, India, setelah banjir dari Nepal mengalir ke sistem Sungai Gandak. Pemerintah negara bagian Bihar kemudian mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah terdampak, terutama West Champaran dan Gopalganj, agar tidak mengonsumsi, membeli, maupun menjual ikan yang belum dapat dipastikan jenis dan keamanannya.
Dilansir Times of India (3/9/2026), ikan tersebut muncul setelah banjir besar di Nepal membawa air dalam jumlah besar ke Sungai Gandak dan daerah dataran banjir di Bihar. Arus banjir dapat menyeret ikan dari sungai, kolam, dan badan air lainnya keluar dari habitat asalnya, kemudian membawanya hingga ke wilayah yang jauh dari tempat hidup normalnya.
Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Divisi Perikanan Departemen Dairy, Fisheries and Animal Resources Bihar setelah warga melaporkan kemunculan ikan dengan bentuk dan ukuran yang tidak biasa di kawasan yang terdampak banjir. Pemerintah meminta warga tidak menganggap ikan tersebut aman hanya karena bentuknya menyerupai ikan yang biasa dikonsumsi.
“Jangan mengonsumsi ikan apa pun yang tidak dikenal atau terlihat tidak biasa. Sampai ada konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal tidak boleh dianggap layak untuk dikonsumsi,” demikian isi imbauan pemerintah Bihar yang dikutip The Times of India.
Kemunculan ikan berukuran besar juga menarik perhatian para nelayan setempat. Chhatu Sahani, seorang nelayan di Gopalganj, mengatakan ikan yang muncul setelah banjir Nepal berbeda dari hasil tangkapan mereka sehari-hari.
“Beberapa ikan aneh dan tidak biasa terlihat di arus deras sungai-sungai Bihar setelah banjir bandang di Nepal. Kami sangat jarang melihat ikan seperti itu dalam tangkapan normal kami. Sebagian besar mati setelah ditangkap,” kata Sahani.
Nelayan lainnya, Vinod Nishad dari Saharsa, melaporkan ukuran ikan yang tertangkap jauh lebih besar daripada biasanya.
“Belakangan ini kami menangkap ikan dengan berat 27 hingga 38 kilogram, bahkan ada yang mencapai 40 hingga 45 kilogram,” ujar Nishad.
Meski disebut “ikan misterius”, sebagian ikan tersebut diduga bukan spesies baru. Sameer Kumar Sinha, Direktur Wildlife Trust of India, mengatakan sebagian besar ikan besar yang masuk ke kawasan Gandak kemungkinan merupakan Bagarius bagarius, yang dikenal sebagai goonch catfish atau secara lokal disebut “Gochita”. Spesies tersebut merupakan ikan lele air tawar berukuran besar yang hidup di sungai berarus deras di India, Nepal, dan sejumlah wilayah Asia Tenggara.
Menurut Sinha, goonch catfish memang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat setempat, tetapi ikan tersebut dapat cepat membusuk setelah mati. Karena itu, ikan yang ditemukan setelah terbawa banjir memiliki risiko keamanan pangan yang perlu diperhatikan, terutama jika telah lama mati atau terpapar air yang tercemar. Sinha meminta masyarakat mengikuti imbauan pemerintah dan tidak mengambil risiko dengan mengonsumsi ikan yang belum teridentifikasi.
Pemerintah Bihar juga memperingatkan kemungkinan kontaminasi biologis. Ikan yang terbawa arus banjir dapat bersentuhan dengan air limbah, bangkai hewan, dan bahan organik yang membusuk sehingga berpotensi terpapar bakteri, virus, maupun jamur. Karena itu, larangan sementara tersebut berlaku bukan hanya untuk memakan, tetapi juga membeli dan menjual ikan yang berasal dari banjir dan belum dinyatakan aman.
Warga yang telanjur mengonsumsi ikan dari wilayah banjir dan kemudian mengalami muntah, diare, sakit perut, pusing atau kesulitan bernapas diminta segera mencari pertolongan medis. Pemerintah juga meminta masyarakat tidak melakukan identifikasi sendiri berdasarkan penampilan ikan dan menunggu pemeriksaan dari pihak berwenang. (hanoum/arrahmah.id)
