DAMASKUS (Arrahmah.id) --Aparat keamanan Suriah menangkap sejumlah anggota sel yang diduga berafiliasi dengan milisi Syiah Hizbullah setelah menggagalkan rencana serangan bom di ibu kota Damaskus. Otoritas menyebut milisi tersebut tengah merencanakan peledakan yang menargetkan lokasi keagamaan, termasuk gereja, serta seorang tokoh agama.
Dilansir Shafaq (11/4/2026), operasi penangkapan dilakukan pada April 2026 setelah aparat keamanan melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar Damaskus. Menurut laporan The Times of Israel, bahan peledak dan perlengkapan pendukung ditemukan dalam operasi tersebut, yang mengindikasikan rencana serangan sudah berada pada tahap lanjut.
Pemerintah Suriah menuduh sel tersebut memiliki keterkaitan dengan Hizbullah, kelompok milisi yang selama ini dikenal beroperasi di Lebanon dan memiliki jaringan di Suriah. Dalam pernyataannya, otoritas keamanan menegaskan bahwa aksi ini berhasil dicegah sebelum mencapai target yang direncanakan.
Seorang pejabat keamanan Suriah mengatakan, “Kami berhasil menggagalkan rencana serangan teroris yang menargetkan lokasi keagamaan di Damaskus dan menangkap para pelaku sebelum aksi dilakukan.”
Laporan dari Asharq Al-Awsat menyebut bahwa target serangan tidak hanya gereja, tetapi juga seorang figur religius penting, sementara The Times of Israel melaporkan target tersebut diduga seorang rabi yang berada di Damaskus.
Sumber keamanan menambahkan bahwa operasi dilakukan melalui koordinasi intensif antar lembaga intelijen dan aparat dalam negeri, termasuk pemantauan komunikasi serta pergerakan kelompok tersebut di pinggiran ibu kota. Penangkapan dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih rapuh di Suriah, di mana berbagai kelompok bersenjata—baik lokal maupun lintas negara—masih aktif. Sebelumnya, otoritas Suriah juga beberapa kali mengumumkan keberhasilan menggagalkan rencana serangan di wilayah Damaskus melalui operasi intelijen serupa.
Secara lebih luas, ketegangan antara Suriah dan Hizbullah juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dengan Damaskus menuduh kelompok tersebut melakukan aktivitas militer yang mengancam stabilitas wilayahnya.
Pengamat menilai pengungkapan rencana serangan ini menunjukkan kompleksitas situasi keamanan di Suriah, sekaligus meningkatnya risiko serangan terhadap target keagamaan di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda. (hanoum/arrahmah.id)
