Memuat...

'Israel' Tahan Janda Yahya Ayyash, Meski Suaminya Sudah Meninggal Tahun 1990-an

Hanoum
Rabu, 14 Januari 2026 / 25 Rajab 1447 03:20
'Israel' Tahan Janda Yahya Ayyash, Meski Suaminya Sudah Meninggal Tahun 1990-an
Hiyam Ayyash, janda Yahya Ayyash, ditangkap tentara Israel di Tepi Barat. [Foto: X]

TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Tentara 'Israel' pada hari Jumat menahan janda seorang pemimpin kelompok perlawanan Palestina Hamas yang meninggal pada tahun 1990-an. Mereka menuduhnya menggunakan ujaran provokatif via daring terhadap 'Israel'.

Hiyam Ayyash, janda Yahya Ayyash yang merupakan komandan sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, ditangkap di Nablus di Tepi Barat yang diduduki.

Dilansir The New Arab (9/1/2026), pasukan 'Israel' menggerebek lingkungan di kota itu, termasuk daerah Jabal al-Shamali, menggeledah beberapa rumah sebelum menahan Ayyash, yang berusia lima puluhan.

Menurut sumber tersebut, tentara memasang tanda di pintu masuk rumah Ayyash setelah penangkapannya, yang bertuliskan: "Ibu Al-Baraa telah ditangkap karena hasutan di internet," disertai dengan gambar unggahan yang diduga dikaitkan dengannya di Facebook.

Tidak jelas di mana dia ditahan.

Suaminya adalah salah satu pemimpin terkemuka Brigade Al-Qassam dan dibunuh oleh Israel di Gaza pada Januari 1996, melalui telepon seluler yang dipasangi bahan peledak.

Sementara itu, sumber-sumber lokal mengatakan pemukim 'Israel' membakar sebuah sekolah di desa Jalud, selatan Nablus, pada Jumat pagi, membakar gimnasiumnya dan menyebabkan kerusakan material pada bangunan tersebut.

Di barat laut Nablus, pemukim juga membakar enam kendaraan Palestina di desa Bizzariya.

"Pagi ini, pemukim membakar enam kendaraan Palestina di Bizzariya dan menyemprotkan slogan-slogan rasis di dinding beberapa rumah sebelum melarikan diri dari tempat kejadian. Api kemudian berhasil dipadamkan setelah warga terbangun," kata mantan kepala dewan desa Bizzariya, Taysir Sfarini, kepada Al-Araby Al-Jadeed.

Kemudian pada hari itu, para pemukim dilaporkan memblokir jalan menuju komunitas Badui Khillat al-Sidra di dekat desa Mukhmas, timur laut Yerusalem yang diduduki.

Menurut Pemerintahan Yerusalem Palestina, seperti yang dikutip oleh kantor berita WAFA, sekelompok pemukim menutup jalan menuju komunitas tersebut, yang telah berulang kali menjadi sasaran serangan oleh pemukim dan pasukan 'Israel'.

Serangan 'Israel' telah meningkat di Tepi Barat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Lebih dari seribu warga Palestina telah tewas oleh pasukan 'Israel' atau pemukim ekstremis sejak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Serangan terutama meningkat tajam sejak awal tahun lalu, khususnya dalam beberapa bulan terakhir.

'Israel' telah menduduki Tepi Barat sejak 1967, dan lebih dari 500.000 warga 'Israel' tinggal di pemukiman ilegal di wilayah Palestina, tidak termasuk Yerusalem Timur yang dianeksasi 'Israel'.

Pemerintah 'Israel' sayap kanan telah melanjutkan persetujuan pembangunan lebih banyak pemukiman meskipun mendapat kecaman global. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

HeadlinehamasIsraelPalestinaistrijandasuamiYahya AyyashHiyam Ayyash